Megawati Kecam Penangkapan Maduro: Demokrasi Tak Lahir dari Monyong Senjata

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:42 WIB
Megawati Kecam Penangkapan Maduro: Demokrasi Tak Lahir dari Monyong Senjata

“Bangsa Indonesia menolak tatanan internasional yang membenarkan dominasi kekuatan atas kedaulatan bangsa lain. Demokrasi sejati tidak lahir dari moncong senjata, keadilan tidak tumbuh dari agresi sepihak, dan peradaban tidak dibangun di atas penghinaan terhadap martabat bangsa,” tegasnya lagi.

Lantas, apa solusinya? Megawati mendorong penyelesaian lewat jalur diplomasi. Dialog yang berlandaskan hukum internasional, bukan kekerasan, adalah satu-satunya jalan keluar yang manusiawi. Ia mengingatkan bahwa sejak era Bung Karno dan Konferensi Asia Afrika, Indonesia punya komitmen panjang menentang imperialisme.

“Karena itu, PDI Perjuangan menyerukan penyelesaian konflik internasional melalui dialog, diplomasi, dan hukum internasional, bukan melalui kekerasan yang hanya memperpanjang penderitaan rakyat sipil,” tandasnya.

Insiden yang memicu kecaman ini bermula dari serangan mendadak AS ke Caracas. Pasukan khusus mereka menangkap Maduro dan membawanya ke Amerika. Presiden AS Donald Trump punya alasan sendiri: ia menuduh Maduro membiarkan peredaran narkoba yang membanjiri negaranya.

Setelah penangkapan itu, Trump bahkan menyatakan AS akan mengambil alih pemerintahan sementara di Venezuela. Tak cuma itu, ladang-ladang minyak negara tersebut juga akan dikelola oleh mereka. Sebuah pernyataan yang tentu saja memantik reaksi keras dari berbagai penjuru dunia.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar