Di lokasi, khususnya di daerah dataran tinggi, mereka langsung bergerak. Tujuh unit hunian sementara (huntara) dibangun, lengkap dengan fasilitas pendukungnya. Musala, dapur umum, MCK, sampai alat penerangan disiapkan untuk warga.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Dr. Dwi Sudharto kepada Kepala Desa Babo, Khairi Ramadhan.
Bantuan yang diberikan cukup komprehensif. Mulai dari huntara, musala dengan karpet sajadah, dapur umum lengkap, enam unit MCK, hingga jaringan air bersih dengan menara air dan sumur bor. Juga ada lampu tenaga surya, paket mukena, sarung, baju koko, sembako, dan tak lupa, paket obat-obatan yang mencakup 26 jenis obat.
Dr. Dwi mengungkapkan rasa syukurnya bisa datang langsung dan menyerahkan bantuan. "Kami berharap ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di sini," katanya.
Sambutan dari warga terasa hangat.
Kegiatan hari itu ditutup dengan makan malam bersama. Kepala desa, warga, dan seluruh tim kemanusiaan duduk berkumpul. Dan ada kejutan kecil yang membahagiakan: tepat saat mereka makan, listrik di komplek huntara tiba-tiba menyala. Lampu-lampu itu akhirnya bisa digunakan, menerangi malam di Desa Babo yang perlahan mulai bangkit.
Artikel Terkait
Derita Warga Sawangan Usai Bentrok Suporter Ricuhkan Malam Minggu
Tanggul Jebol, Banjir Setengah Meter Rendam Puluhan Rumah di Baros
Iran di Ambang Jurang: Krisis Roti yang Berubah Jadi Pemberontakan
Indonesia Blokir Grok: Langkah Tegas Lawan Penyalahgunaan Deepfake