Di sisi lain, tafsir liar memang wajar muncul. Kasus ijazah Jokowi bukan lagi urusan privat skandal ini sudah mendunia dan sangat sensitif. Kalau dibiarkan misterius, bisa-bisa harga diri semua pihak porak-poranda. Medan magnetik di sekitar Jokowi itu kuat sekali, bisa menarik siapa pun, sekaligus berisiko merusak reputasi yang mendekat.
Eggi sendiri sudah berjanji akan klarifikasi. Kita tunggu saja. Sementara Jokowi, bisa jadi akan tetap tutup rapat seperti kebiasaannya. Tapi, bola liar tafsir tak boleh dibiarkan berkeliaran. Persoalannya harus segera dijernihkan: apa yang dibahas? Status tersangka? Pencekalan? Atau justru ada pemaafan dan kesepakatan diam-diam? Dalam ruang remang-remang apalagi gelap segala sesuatu mungkin saja terjadi.
Risiko fitnah juga mengintai. Bayangkan, tersangka atau terlapor datang diam-diam menemui pelapor. Itu sendiri sudah bisa memantik prasangka buruk. Agama mengajarkan kita untuk hati-hati dengan hal-hal yang bisa menimbulkan fitnah. Apalagi kemudian ada pujian bahwa Jokowi itu CBM Cerdas, Berani, Militan. Weleh.
Karena itu, klarifikasi jangan ditunda-tunda. Waktu bisa menjadi hakim yang kejam. Eggi Sudjana harus segera menjelaskan, apapun risikonya nanti. Biarkan publik yang menilai dan menggambar peta kebenarannya. Apakah ini soal permakluman, pemaafan, atau justru penghukuman? Que sera sera. Apa yang akan terjadi, terjadilah.
") Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Bandung, 10 Januari 2026
Artikel Terkait
Tanggul Jebol, Banjir Setengah Meter Rendam Puluhan Rumah di Baros
Iran di Ambang Jurang: Krisis Roti yang Berubah Jadi Pemberontakan
Indonesia Blokir Grok: Langkah Tegas Lawan Penyalahgunaan Deepfake
Gus Irfan Ingatkan Petugas Haji: Layani Jemaah, Bukan Cuma Nebeng Ibadah