Seorang warganet, lewat cuitan yang cukup viral, sepertinya menangkap betul paradoks ini. Dia hanya menulis singkat, "Termul gilak gak ada obatnya..", disertai dua panah ke bawah. Ungkapan itu, meski sederhana, rasanya mewakili perasaan banyak orang yang lelah melihat fenomena ini.
"Termul gilak gak ada obatnya.."
👇👇
Memang, kadang kita perlu tertawa pada hal-hal serius agar tidak terlalu stres. Tapi di saat yang sama, kita juga butuh ruang untuk sekadar bercanda tanpa rasa waswas. Ketika kedua ruang itu saling bertukar peran, jadinya ya begini. Kacau, tapi sekaligus menarik untuk diamati. Sebuah cermin menarik tentang bagaimana kita, sebagai publik, mengonsumsi informasi dan hiburan di zaman sekarang.
Artikel Terkait
KPK Amankan Rp6 Miliar dalam OTT Perdana 2026, Libatkan Pejabat Pajak dan Tambang
Iran Pukul Mundur Aksi Provokasi, Intel Turki Bantu Gagalkan Infiltrasi Milisi
Cangkruk: Ritme Pelan yang Menjaga Kediri Tetap Utuh
Iran Bergolak: Zionis Dituding Dalangi Gelombang Teror dan Pembakaran Tempat Ibadah