Seorang warganet, lewat cuitan yang cukup viral, sepertinya menangkap betul paradoks ini. Dia hanya menulis singkat, "Termul gilak gak ada obatnya..", disertai dua panah ke bawah. Ungkapan itu, meski sederhana, rasanya mewakili perasaan banyak orang yang lelah melihat fenomena ini.
"Termul gilak gak ada obatnya.."
👇👇
Memang, kadang kita perlu tertawa pada hal-hal serius agar tidak terlalu stres. Tapi di saat yang sama, kita juga butuh ruang untuk sekadar bercanda tanpa rasa waswas. Ketika kedua ruang itu saling bertukar peran, jadinya ya begini. Kacau, tapi sekaligus menarik untuk diamati. Sebuah cermin menarik tentang bagaimana kita, sebagai publik, mengonsumsi informasi dan hiburan di zaman sekarang.
Artikel Terkait
Pemprov NTB dan ITDC Bahas Penanganan Banjir Terpadu di KEK Mandalika
Deva Mahenra Pulang ke Makassar untuk Antar Nenek ke Peristirahatan Terakhir
Jumlah Pengungsi di Tiga Provinsi Sumatera Menyusut, Sumatera Barat Nol Kasus
PSG Hadapi Chelsea di Parc des Princes, Babak 16 Besar Liga Champions Dimulai