Belum lagi syarat lain yang bikin geleng-geleng: harus sanggup kerja di bawah tekanan tinggi, menguasai empat elemen, dan bahkan bisa melawan Raja Api Ozai. Semua itu dengan imbalan gaji yang, ya, ‘anjay’ saja.
Di sisi lain, ironisnya justru terjadi saat peluang itu datang membeludak. Alih-alih bahagia, Buhun malah kewalahan. Dikejar-kejar 12.000 perusahaan bukan perkara sederhana.
Demi menjaga keadilan dan yang paling penting kesehatan mentalnya, dia akhirnya mengambil keputusan yang mengejutkan banyak orang.
Buhun memutuskan untuk menolak semua tawaran kerja itu. Semuanya. Lalu, dengan tenang, dia memilih pulang kembali ke kampung halamannya.
Dengan keputusan itu, gelarnya sebagai pelamar kerja legendaris tetap utuh. Bahkan, mungkin makin melegenda.
Artikel Terkait
KPK Periksa Belasan Pejabat Tulungagung Usai OTT Bupati
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam Operasi di Jatim
Siswa Tewas Usai Senapan Rakitan Meledak Saat Ujian Praktik di Siak
ASN Kementan Ubah Pekarangan Sempit Jadi Model Ketahanan Pangan Keluarga