Lokasinya sendiri cukup terpencil. Untuk mencapai titik penemuan di aliran sungai kecil itu, harus melewati kebun bambu yang lebat. Sekitar seratus meter jaraknya dari permukiman terdekat. Setelah melihat pemandangan nahas itu, kedua warga langsung berlari melaporkannya ke aparat desa dan polisi.
Namun begitu, masalah besar kini menghadapi penyidik. Tanpa kepala, proses identifikasi menjadi sangat sulit, nyaris mustahil. Pemerintah Desa Purwasedar pun mengaku tidak ada laporan warga tentang keluarga yang hilang dalam beberapa waktu terakhir.
tegas Taufick.
Di sisi lain, upaya penyelidikan terus berjalan. Jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa di Kota Sukabumi untuk menjalani autopsi. Polisi berharap pemeriksaan medis yang lebih detail bisa memberikan petunjuk baru, sekecil apa pun, untuk mengungkap teka-teki kematian tragis ini dan identitas korban.
Artikel Terkait
Kemendikdasmen Buka Simulasi Resmi TKA 2026 untuk Siswa SD dan SMP
Kemenag Tegaskan Distribusi Zakat Harus Berbasis Data Sosial Nasional
Bupati Bone Perintahkan Pembentukan Kios Pangan di Setiap Kecamatan Jelang Ramadan
Kemensos Setujui Pembangunan Sekolah Rakyat di Luwu Timur