Imam Utah Selamat dari Upaya Penembakan di Depan Rumahnya

- Rabu, 25 Februari 2026 | 12:00 WIB
Imam Utah Selamat dari Upaya Penembakan di Depan Rumahnya

Di tengah bulan Ramadan yang suci, sebuah insiden mengejutkan terjadi di Utah, Amerika Serikat. Seorang imam masjid terbesar di sana menjadi sasaran penembakan tepat di depan rumahnya sendiri. Pelaku, yang langsung kabur menggunakan mobil, melepaskan rentetan tembakan ke arah sang imam.

Untungnya, semua tembakan itu meleset. Sang imam selamat tanpa cedera. Meski begitu, peristiwa ini tentu saja menimbulkan kecemasan. Polisi setempat kini tengah memburu pelaku penembakan tersebut.

Menurut laporan The Salt Lake Tribune pada Rabu (25/2/2026), imam yang dimaksud adalah Shuaib Din dari Utah Islamic Center di West Jordan. Lokasinya dekat perbatasan Sandy. Din menceritakan, kejadian ini berlangsung pada Senin (23/2) malam waktu setempat.

Malam itu, usai buka puasa bersama keluarganya, Din bersiap kembali ke masjid. Rumahnya cuma berjarak dua menit dari tempat ibadah itu. Persis pukul 19.45, saat dia mengeluarkan mobil dari garasi, seorang pria tiba-tiba mendekat.

Pria itu memakai masker dan hoodie. Dia keluar dari sebuah mobil yang diparkir di depan rumah Din. Tanpa banyak basa-basi, pria bersenjata itu langsung melepaskan tembakan ke arah Din sebelum buru-buru melarikan diri.

"Jelas, dia mengetahui rumah saya, mengetahui mobil saya, dan mengetahui jadwal saya,"

Demikian penuturan Din kepada The Salt Lake Tribune pada Selasa pagi. Pernyataannya itu mengisyaratkan bahwa serangan ini mungkin bukan sekadar insiden acak.

Setelah pelaku kabur, Din segera menelepon 911. Operator darurat yang menerima panggilannya bertanya apakah dia sempat mencatat nomor plat mobil pelaku. Din mengaku tidak. Alih-alih menunggu, dengan kepala dingin dia memutuskan untuk mengejar sendiri mobil sang penembak. Tujuannya sederhana: mendapatkan nomor polisi kendaraan itu.

Namun begitu, pengejaran itu justru berakhir mencemaskan. Di tengah jalan, mobil pelaku tiba-tiba berhenti. Sang penembak lalu keluar dan kembali mengarahkan senjatanya. Kali ini, sekitar delapan kali tembakan dilepaskan ke arah mobil yang dikendarai Din.

Sampai saat ini, motif penembakan masih diselidiki. Komunitas setempat pun tentu merasa was-was. Sebuah serangan yang terencana di bulan penuh berkah, meninggalkan banyak tanda tanya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar