Dalam kondisi global yang serba tak menentu ini, Macron mengakui lembaga-lembaga multilateral seperti tak berfungsi efektif. Tapi, ia bersikukuh bahwa tata kelola global tetap krusial. Ia pun menyerukan agar komunitas internasional kembali memperkuat PBB.
"Ini adalah momen yang tepat untuk berinvestasi kembali sepenuhnya di PBB, ketika kita melihat pemegang saham terbesarnya tidak lagi percaya padanya," tegasnya.
Tak hanya soal itu, Macron juga menekankan bahwa Eropa harus mulai melindungi kepentingannya sendiri. Caranya, antara lain dengan memperkuat regulasi di sektor teknologi. Ia secara khusus membela dua regulasi Uni Eropa yang kerap dikritik AS: Digital Services Act (DSA) dan Digital Markets Act (DMA).
"DSA dan DMA adalah dua regulasi yang harus dipertahankan," katanya dengan tegas.
AS sendiri selama ini menilai aturan-aturan tersebut sebagai bentuk pemaksaan terhadap platform media sosial asal mereka untuk menyensor pandangan yang tak sejalan dengan kebijakan Eropa. Bagi Macron, ini soal menjaga independensi dan ruang informasi yang terkendali tempat dimana pendapat bisa dipertukarkan dengan bebas.
Pada akhirnya, pesannya kepada para diplomat Prancis jelas. Mereka tidak boleh hanya jadi penonton. "Ini justru sebaliknya. Kita tidak di sini untuk berkomentar. Kita di sini untuk bertindak," ucap Macron mengakhiri.
Artikel Terkait
Komnas HAM Tegaskan Kritik Kebijakan Pemerintah Adalah Hak yang Harus Dijamin
Laporan Ungkap Aliran Dana Terduga Teroris Lewat Binance, Pegawai Penyelidik Malah Diberhentikan
Tren Bukber Ramadan di Makassar Beralih ke Restoran dengan Konsep Estetik
Sidang Praperadilan Yaqut Ditunda, KPK Absen di Persidangan Perdana