TNI Siapkan Batalyon Khusus, Atlet Profesional Jadi Cikal Bakal Kontingen

- Kamis, 08 Januari 2026 | 21:12 WIB
TNI Siapkan Batalyon Khusus, Atlet Profesional Jadi Cikal Bakal Kontingen
Panglima TNI Ungkap Rencana Bentuk Batalyon Olahraga

Panglima TNI Ungkap Rencana Bentuk Batalyon Olahraga

Jakarta, Kamis (8/1)

Rencana menarik digulirkan Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto. Dari Istana Negara, dia mengumumkan niatnya untuk membentuk sebuah batalyon khusus yang berfokus pada olahraga. Satuan baru ini, rencananya, akan diisi oleh para atlet berprestasi.

Menurut Agus, proses perekrutan sebenarnya sudah dimulai. "Saya sudah merekrut khusus dari sipil yang punya kemampuan olahraga, dijadikan militer," ujarnya.

Dia melanjutkan dengan penjelasan lebih rinci.

"Sekarang kita akan membuat nanti batalyon olahraga, di bawah Pusjasmil Mabes TNI."

Untuk saat ini, sejumlah pemain voli dan sepak bola profesional disebutkan telah masuk dalam daftar rekrutan awal. Mereka ini yang akan menjadi inti dari satuan baru tersebut.

Agus punya harapan besar. Menurutnya, para atlet militer ini nantinya bukan hanya sekadar anggota biasa. Mereka diharapkan bisa tampil di ajang-ajang bergengsi.

"Nah, orang-orang tersebut nanti cikal bakal yang akan ikut berlaga di SEA Games dan kegiatan olahraga lainnya seperti Olimpiade dan sebagainya," jelas Panglima.

Di sisi lain, ini bukan satu-satunya satuan baru yang sedang dipersiapkan. Agus mengisyaratkan ada beberapa unit lain yang sedang dalam pengembangan. Dia enggan merinci, tapi alasannya jelas: menyesuaikan dengan zaman.

Dunia berubah cepat, dan TNI tampaknya ingin tetap relevan. "TNI sedang mengembangkan pembangunan unit-unit baru selain olahraga," papar Agus.

"Banyak juga unit baru yang saya kembangkan sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis yang sekarang sedang sangat dinamis berubah di dunia."

Jadi, selain menyiapkan prajurit di lapangan, TNI kini juga serius memikirkan kontingen untuk lapangan pertandingan. Sebuah langkah yang cukup menarik untuk dicermati ke depannya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar