Menyodorkan dalil fikih, bahkan ayat Al-Qur'an dan hadis, seringkali tak mempan untuk menghentikan kebiasaan seorang perokok. Mereka butuh bukti yang lebih nyata. Lebih tepatnya, bukti yang terpampang jelas di depan mata.
Misalnya, foto hasil rontgen yang menunjukkan jantungnya bocor. Atau gambar ginjal yang tersumbat. Bisa juga visual paru-paru yang seharusnya bersih, malah dipenuhi cairan hitam pekat. Barang kali itu baru yang bisa bikin mereka berpikir ulang.
Memang, baru ketika organ dalamnya rusak parah dan mereka merintih kesakitan di ranjang rumah sakit, keyakinan itu muncul. Dalil-dalil yang dulu dianggap angin lalu, tiba-tiba terasa sangat konkret. Ironis, ya?
Ambil saja slogan yang kerap mereka gumamkan, "Merokok mati, nggak merokok juga mati. Ya udah, merokok saja sampai mati."
Kalimat itu terdengar gagah di warung kopi. Namun, semangatnya langsung menguap begitu mereka sendiri yang harus menatap hasil scan organ tubuhnya yang rusak. Di saat itulah, slogan itu berbalik menelan ludah si pengucapnya.
(Gus Tsabit Abi Fadhil)
Artikel Terkait
WNA Singapura Ditemukan Tewas di Apartemen Batam Center, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Timnas Putri Indonesia Ditahan Imbang Kamboja di Laga Penutup FIFA Matchday
Polres Tolikara Serahkan Tersangka Narkotika Sabu ke Kejari Jayawijaya untuk Tahap Penuntutan
KPK Tetapkan Bupati Muara Enim Terpilih Edison Tersangka Suap Pengadaan Barang dan Jasa