Dua Hari Lagi, Pelunasan Biaya Haji Reguler Ditargetkan Tuntas 100 Persen

- Kamis, 08 Januari 2026 | 15:50 WIB
Dua Hari Lagi, Pelunasan Biaya Haji Reguler Ditargetkan Tuntas 100 Persen
Media Briefing Outlook Penyelenggaraan Haji 1447H/2026H di Asrama Haji Pondok Gede, Jaktim, Kamis (08/01/2026)

Jakarta – Target pelunasan biaya haji reguler hampir terpenuhi. Menteri Haji dan Umrah, KH Mohammad Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan, menyatakan optimisme bahwa dalam dua hari ke depan, angka pelunasannya bisa menyentuh 100 persen.

“Masih ada waktu dua hari untuk pelunasan dan insyaallah dalam dua hari ke depan kita bisa mencapai 100 persen,” ujar Gus Irfan saat memberikan penjelasan kepada media di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis pagi (08/01/2026).

Data terbaru hingga Rabu sore menunjukkan, realisasi pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk jamaah reguler sudah mencapai 95,42 persen. Sementara untuk haji khusus, angkanya sedikit lebih tinggi, sekitar 96 persen.

Kuota haji Indonesia untuk tahun 2026 ini tetap, tidak berubah dari tahun sebelumnya. Jumlahnya masih 221.000 jamaah. Rinciannya, 203.320 untuk haji reguler dan 17.680 untuk haji khusus.

Nah, terkait persiapan kesehatan, Gus Irfan menegaskan bahwa semua jamaah yang sudah melunasi pastinya telah melalui pemeriksaan kesehatan istitha’ah. Prosesnya tahun ini disebutnya lebih ketat.

“Ini juga untuk mengakomodasi permintaan dari Kementerian Haji Saudi agar jamaah haji yang berangkat benar-benar siap secara fisik, bukan hanya secara mental,” jelasnya.

Meski begitu, ia memastikan bahwa layanan medis selama perjalanan ibadah nanti tetap jadi prioritas utama. Kesiapan petugas haji pun sudah dipersiapkan jauh-jauh hari.

“Petugas haji adalah perwakilan layanan negara kepada jamaah haji. Karena itu kita siapkan mereka selama satu bulan agar benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik,” kata dia.

Sebelumnya, Gus Irfan yang juga politisi Gerindra dan pengurus Pesantren Tebuireng ini menekankan, penyelenggaraan haji 2026 ini adalah agenda strategis pemerintah. Semua persiapan dilakukan sedini mungkin dengan fokus pada ketepatan waktu dan kualitas layanan.

“Terutama ketepatan waktu, kualitas layanan, perlindungan jamaah, dan akuntabilitas. Sesuai permintaan presiden, haji harus dikelola secara transparan dan akuntabel,” pungkasnya.

Redaksi

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar