Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka, sunyi. Hembusan angin dan gemerisik daun di area parkir yang luas terdengar lebih nyaring daripada suara mesin pesawat. Bandara megah yang dulu digadang-gadang itu, kini justru ramai oleh hal yang tak terduga: keluarga-keluarga yang sedang piknik.
Penerbangannya? Hanya dua kali dalam seminggu. Nah, kondisi sepinya justru dimanfaatkan warga sekitar. Mereka datang berombongan, mengubah lahan bandara yang teduh menjadi tempat nongkrong dan makan bersama.
Rabu lalu, suasana itu terlihat jelas. Rombongan warga berdatangan naik mobil elf atau odong-odong yang dicat warna-warni. Mereka menggelar tikar di bawah pohon-pohon rindang di tepi parkiran. Suara tawa dan obrolan santai menggantikan pengumuman keberangkatan. Bekal nasi bungkus dan lauk dibawa dari rumah, disantap dengan riang gembira.
Tak cuma makan-makan. Di sudut lain, ada yang asyik bernyanyi dangdut dengan pengeras suara portable, sambil live di TikTok. Bandara ini tiba-tiba berubah jadi ruang hiburan gratis.
Mimi Mpit, salah satu pengunjung, mengaku datang dari Indramayu bersama keluarga besarnya. "Dalam rangka syukuran, jalan-jalan," katanya.
Dia senang dengan suasana sejuk dan lapang. Tapi, di balik itu, ada rasa sedih yang mengendap.
"Sayang bandaranya, besar, tapi sepi. Pengennya pulih lagi, ramai, banyak penerbangan. Sayang kan udah dibangun," tutur Mimi.
Perasaan campur aduk serupa diungkapkan Tasipin, warga Indramayu lainnya. Dia datang sekadar untuk melepas penat. "Di sini nyaman buat aktivitas sama keluarga," ujarnya.
Artikel Terkait
Swasembada Pangan: Dari Target Ambisius Menjadi Kenyataan yang Terukur
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam
Iran Padamkan Internet, Tuding AS dan Israel Picu Kerusuhan dari Aksi Damai
Dentuman Kembali di Aleppo, 22 Nyawa Melayang dalam Bentrokan