Sejak pagi buta, deretan motor sudah berjejalan di sebidang tanah depan Stasiun Bekasi. Tak cuma puluhan, jumlahnya bisa mencapai ratusan. Suasana itu bertahan hingga matahari terbenam.
Sebelumnya, kawasan ini cuma permukiman biasa. Tapi sekarang, lahannya disulap jadi tempat parkir khususnya untuk sepeda motor.
Fenomena ini nggak muncul tiba-tiba. Menurut sejumlah saksi, ini tumbuh seiring mobilitas warga yang makin padat. Banyak orang kini menggantungkan perjalanan harian mereka pada KRL. Nah, di sinilah masalah mulai kelihatan.
Keterbatasan tempat parkir di stasiun bikin orang cari alternatif. Akhirnya, parkiran rumahan jadi pilihan. Tarifnya lebih ringan di kantong, cuma Rp 5.000 sampai Rp 10.000 per hari. Tergantung lokasi, sih.
Alhasil, makin banyak pengguna kereta yang memarkir kendaraannya di luar area stasiun. Mereka rela jalan sedikit lebih jauh, asal tarifnya terjangkau.
Artikel Terkait
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam
Iran Padamkan Internet, Tuding AS dan Israel Picu Kerusuhan dari Aksi Damai
Dentuman Kembali di Aleppo, 22 Nyawa Melayang dalam Bentrokan
Gaji Dua Digit: Simbol Prestasi atau Jerat Kecemasan?