Prabowo Ungkap Godaan Sogok dan Target MBG 2026 di Tengah Sawah Karawang

- Kamis, 08 Januari 2026 | 08:24 WIB
Prabowo Ungkap Godaan Sogok dan Target MBG 2026 di Tengah Sawah Karawang

Hari Rabu (7/1) yang cerah di Karawang, Jawa Barat, diwarnai oleh riuh panen padi dan pidato Presiden Prabowo Subianto. Dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan itu, Prabowo tak hanya bicara soal capaian pertanian. Di hadapan petani dan pejabat, ia justru membuka sedikit pengalaman pribadinya yang mengejutkan selama setahun memimpin.

Ya, setahun. Tepat sejak dilantik pada 20 Oktober 2024 lalu. Menurutnya, masa itu sudah cukup membuatnya kerap menggeleng-gelengkan kepala.

"Aku 1 tahun aja jadi presiden ya, geleng-geleng kepala saya," ujarnya, dengan nada setengah heran.

"Berapa kali saya mau disogok bolak-balik datang, minta ini, minta itu," tambah Prabowo.

Ia tak merinci siapa saja yang datang. Namun begitu, ia menegaskan sikapnya untuk tak mau terlibat dalam praktik semacam itu. Pernyataan ini langsung menyedot perhatian.

Kejanggalan yang Tak Bisa Diterima

Lalu, apa yang mendorongnya bertahan di tengah godaan dan tekanan? Prabowo beralih ke sebuah kegelisahan lama. Menurutnya, sudah puluhan tahun ia menyaksikan sebuah kejanggalan yang sulit diterima akal sehat.

"Negara yang begini kaya rakyatnya masih banyak yang miskin. Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan di hati saya," tegasnya.

Kekayaan alam seharusnya dinikmati rakyat, tapi kenyataannya belum. Inilah yang ia sebut sebagai perjuangan utamanya, termasuk upaya mencapai swasembada pangan. Meski jalan tak selalu mulus.

Di sisi lain, ia mengaku kerap mendapat hambatan. Bahkan, tak sedikit yang menuduhnya ingin menjadi diktator. Tuduhan itu tak menggoyahkannya. Sebagai mantan prajurit TNI, ia mengaku masih memegang teguh sumpah untuk selalu berpihak pada rakyat.

Target MBG dan Perang Melawan Korupsi

Dari soal kemiskinan, pembicaraan mengerucut pada program andalannya: Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat tiba di lokasi, banyak rakyat yang berteriak menyampaikan keluhan.

"Pak, desa kami belum terima MBG."

"Saya minta maaf kemampuan kita," kata Prabowo menanggapi.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar