Banjir Bandang di Sumatera: Antara Penantian dan Kenangan akan Doni Monardo
Sudah berhari-hari berlalu, tapi banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera sejak akhir November lalu masih menyisakan duka. Yang lebih menyakitkan, perhatian dari pemerintah terasa sangat minim. Warga yang rumahnya terendam, harta bendanya hanyut, seolah harus berjuang sendirian.
Kondisinya sampai sedemikian parah. Bantuan yang dinanti-nanti tak kunjung datang, memaksa beberapa warga mengambil jalan pintas yang sulit disalahkan sepenuhnya: mereka terpaksa menjarah toko dan supermarket demi sesuap nasi dan kebutuhan pokok lainnya. Sebuah gambaran pilu di tengah musibah yang seharusnya ditangani dengan lebih serius.
Di tengah situasi kacau balau ini, nama Doni Monardo kembali mencuat di percakapan publik. Sosok mantan Kepala BNPB itu dikenang sebagai figur yang tangguh, cepat tanggap, dan punya sentuhan humanis saat memimpin penanganan berbagai krisis nasional. Kontras sekali dengan apa yang terjadi sekarang.
Ingatan kita pun terbawa ke masa pandemi. Doni saat itu dipercaya membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Model kolaborasinya dianggap jitu, menyatukan banyak pihak mulai dari pemerintah, ahli, media, sampai dunia usaha dan masyarakat biasa. Kerja kerasnya tak sia-sia.
Presiden Joko Widodo pun memberikan penghargaan khusus kepadanya di Maret 2023. Sebuah pengakuan atas dedikasinya.
Selain soal bencana, Doni juga dikenal vokal menyuarakan isu lingkungan. Ia kerap mengingatkan bahaya merkuri yang mengintai. Racun itu, katanya, bisa merusak saraf, menggerogoti ginjal, dan sangat berisiko bagi janin di kandungan. Suaranya lantang dan penuh keprihatinan.
Namun begitu, semua kenangan itu kini tinggal kenangan. Publik harus merelakan kepergian Doni Monardo pada usia 60 tahun, tepatnya 3 Desember 2023 lalu.
Doni diketahui sudah sakit cukup lama. Ia dirawat di RS Siloam Semanggi sejak September, sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir. Kepergiannya, di saat musibah banjir melanda, seakan menyiratkan sebuah ironi yang dalam.
Artikel Terkait
PRIMARIA FEST 2026 Siap Digelar di Empat Kota, Angkat Indonesian Bounce Music ke Panggung Lebih Luas
RCTI Luncurkan Healing Jalur King Nassar, Variety Show yang Padukan Curhat, Musik, dan Empati
Yenny Wahid Akui Salah Dress Code di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju
Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Sebut Ahmad Dhani Sahabat dan Kader Gerindra