Namun, ia lalu memberikan target yang jelas. "Insyaallah tahun 2026 ini seluruh desa di Indonesia akan menerima MBG. Sasaran kita Desember 2026, semua desa mendapat MBG. Mudah-mudahan bisa lebih cepat."
Tak cuma MBG, Prabowo juga menyoroti musuh besar lain: korupsi. Ia secara khusus meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk lebih gencar lagi bertindak.
"Para pejabat, rekan-rekan saya, pembantu-pembantu saya, saya minta dukunganmu. Mari kita bersatu, kita lawan korupsi, kita berantas penyelewengan," serunya.
Ia menyebut capaian penguasaan 4 juta hektare lahan sawit ilegal sebagai langkah baik. Tapi itu belum cukup. "Masih banyak yang bocor. Terus kita kerja. Karena Saudara-saudara, uang rakyat harus bener-bener dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia."
Pesan Tegas untuk Pelanggar Hukum
Soal penegakan hukum, Prabowo bersikap blak-blakan. Pernah suatu kali, ia disodori daftar nama perusahaan pelanggar hukum untuk dipelajari. Ia menolak.
"Saya serahkan ke aparat penegak hukum. Mereka tanya, 'Pak ada apa petunjuk?'. 'Yang melanggar, tindak'. Sederhana," ceritanya.
Ia lalu mengingatkan semua pihak pada amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945. Bunyinya jelas: bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
"Bahasa Indonesia enggak usah ditafsirkan. Enggak usah ada penerjemah," ucapnya tegas. Bagi pejabat yang tak paham aturan ini, ia menyindir, lebih baik mundur saja.
Tak Ada Batas dalam Bekerja
Di penghujung pidato, nada Prabowo melunak. Ia mengapresiasi semua pihak yang berkontribusi pada swasembada pangan, tanpa memandang latar belakang politik.
"Saya sampaikan penghargaan terima kasih secara garis besar kepada semua, semua gubernur, semua bupati. Saya tidak memandang partai mana, kelompok mana, tidak ada. Saya enggak tanya, saya tidak mau tahu," katanya.
Baginya, semua adalah anak bangsa. Persaingan politik, ia akui, boleh saja terjadi saat 'pertandingan' digelar. Namun ketika sudah bekerja untuk rakyat, tak boleh lagi ada sekat. Itulah pesan yang ia tinggalkan di tengah hamparan sawah yang menguning itu.
Artikel Terkait
Mobil Terperosok Jurang 200 Meter di Enrekang, Satu Tewas
Prakiraan Cuaca Sulsel Jumat: Cerah Berpotensi Hujan Sedang di Sejumlah Kabupaten
Pria di Palopo Meninggal Gantung Diri Usai Tunjukkan Perilaku Mengkhawatirkan
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Paria Barru, Diduga Korban Tenggelam Saat Cari Kerang