Jakarta – Dari Bogor, sebuah tim kemanusiaan akhirnya berangkat pada Rabu lalu. Mereka menuju Aceh Tamiang, wilayah yang masih berjuang pulih dari bencana banjir. Dipimpin oleh Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc, selaku Pembina Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB), perjalanan ini bertujuan untuk langsung melihat dan mendampingi kondisi korban di lapangan.
Rombongan itu sendiri terdiri dari sejumlah tokoh. Ada Dr. Dwi Sudharto selaku Ketua Yayasan RSIB, lalu Dr. Hambari dari UIKA, dan H. Heri Haerudin dari IPHI Kota Bogor. Beberapa nama lain seperti Eddy Tasman, H. Adriansyah Armawi, dan H. Heri Hasanuddin juga turut serta dalam aksi solidaritas ini.
Memang, situasi di Sumatera masih memprihatinkan. Di Aceh Tamiang khususnya, dampak banjir masih terasa sangat serius. Banyak warga yang hingga detik ini terpaksa tinggal di tempat-tempat penampungan darurat. Fasilitasnya jauh dari kata layak, kehidupan sehari-hari pun serba sulit.
Merespon kondisi itu, sebuah inisiatif pun digulirkan. Yayasan RSIB bersama IPHI Kota Bogor dan LSDI Guru Sudharmo Medan memutuskan untuk membangun hunian sementara. Rencananya, akan ada tiga kompleks yang disiapkan untuk menampung para korban.
Dr. Dwi Sudharto menjelaskan lebih detail soal rencana pembangunan ini.
Artikel Terkait
Remaja 14 Tahun Hilang di Hutan Mamuju, Pencarian Gabungan Masih Berlangsung
Truk Skylift Dinas Perhubungan Gianyar Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting
Peneliti IPB Kembangkan Pakan Probiotik Antikoksi untuk Dongkrak Produktivitas Ayam
Motor Terbakar di Tengah Perempatan Maros, Keluarga Selamat