MURIANETWORK.COM - Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto mengaku, capaian pemerintah di sejumlah bidang sudah membuahkan hasil.
Sayangnya, masih saja ada pihak-pihak tertentu yang tidak suka Indonesia bisa berjaya kembali di berbagai bidang.
"Mereka sudah jadi antek-antek asing, mereka tak suka Indonesia bangkit. Saya katakan mereka tidak suka Indonesia, tapi saya katakan kita yang akan bangkit bersama Indonesia," kata Prabowo saat berpidato di hadapan ribuan guru dan kepala Sekolah Rakyat di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2025) sore WIB.
Prabowo mengaku, ia sekarang bekerja, berpikir, dan mengambil keputusan hanya untuk kepentingan rakyat saja.
"Kita wakafkan jiwa raga kita untuk rakyat Indonesia," ucap Prabowo memuji pembentukan 100 Sekolah Rakyat yang sudah beroperasi sejak Juli lalu.
Prabowo memahami, ada sejumlah pihak masih skeptis dengan capaian kinerja pemerintah.
Dia pun tak masalah dan meminta jajarannya terus bekerja sesuai bidang masing-masing, termasuk mengentaskan kemiskinan absolut rakyat Indonesia.
Salah satunya dengan pembentukan Sekolah Rakyat.
"Biar anjing menggonggong, khafilah akan terus, kita berjalan di atas jalan yang benar, kita akan menuju kebangkitan bangsa Indonesia, karena kita akan kuasai kembali kekayaan kita untuk rakyat Indonesia," ucap Prabowo.
Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyampaikan, Presiden Prabowo bakal memberi pembekalan akbar kepada seluruh guru dan kepala Sekolah Rakyat di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat sore WIB.
Pembekalan bertujuan meneguhkan panggilan pengabdian mereka dalam mendidik anak-anak hingga mampu menunaikan mimpi dan cita-citanya.
"Pembekalan ini menjadi pengingat bahwa guru dan kepala sekolah hadir bukan hanya untuk mengajar, tetapi untuk menyalakan pelita pengetahuan di tengah kegelapan, karena setiap anak adalah anugerah Tuhan dan cahaya masa depan bangsa," kata Gus Ipul saat memberikan pengarahan jelang pembekalan dari Presiden Prabowo di JIExpo, Kemayoran, Jumat siang WIB.
Acara pembekalan diikuti secara langshng oleh 2.221 guru dan 154 kepala Sekolah Rakyat rintisan tahap pertama dari Aceh sampai Papua.
Mereka menggunakan pakaian dinas lapangan warga hijau tua lengkap dengan sepatu boot hingga memadati seisi gedung untuk mendengarkan poin-poin pengarahan dari presiden.
Sumber: Republika
Artikel Terkait
Kritik Fufufafa dan Pandji, Tapi Bungkam pada Aksi Pembantu Presiden?
Operasi Penangkapan Maduro: Ketika Narasi Jadi Senjata Sebelum Helikopter Mendarat
Rizal Fadillah Tantang Polri: Buktikan Keaslian Ijazah Jokowi dengan Uji Forensik Terbuka
Manohara Tegas Tolak Label Mantan Istri, Minta Media Hentikan Narasi Keliru