MURIANETWORK.COM - Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa pertemuan bilateralnya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berfokus pada penyelesaian perundingan perdagangan yang telah berjalan lama. Pertemuan berdurasi 30 menit itu berlangsung di Washington DC, Sabtu (21 Februari 2026), menyusul penandatanganan perjanjian dagang bersejarah antara kedua negara pada Kamis sebelumnya.
Isi Pembicaraan Dua Presiden
Dalam pertemuan singkat di sela-sela agenda utama Board of Peace (BoP) itu, kedua pemimpin membahas detail kesepakatan dagang yang baru saja disepakati. Prabowo menekankan bahwa proses negosiasi yang panjang akhirnya membuahkan hasil yang dinilai menguntungkan dan saling menghormati bagi kedua bangsa.
"Iya, kita bahas masalah perdagangan di antara kedua negara. Perundingan sudah cukup lama, akhirnya ketemu saling menguntungkan, saling menghormati. Saya kira bagus," tutur Prabowo kepada awak media di Washington DC.
Perjalanan Negosiasi yang Panjang
Presiden mengakui bahwa Indonesia termasuk salah satu mitra dagang AS yang menjalani proses perundingan tarif dalam waktu yang cukup lama. Kendati demikian, ia menilai akhir dari proses tersebut sangat positif dan membanggakan.
Artikel Terkait
PTPP Amankan Proyek Strategis Jembatan Pulau Laut di Kalsel
Meta Diapresiasi Patuhi Aturan Anak, Google Ditegur Pemerintah
Gubernur DKI Minta PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mendadak
Pariwisata Indonesia Tumbuh, Kunjungan Wisman Naik 13,37% pada Februari 2026