Jakarta – Dari Bogor, sebuah tim kemanusiaan akhirnya berangkat pada Rabu lalu. Mereka menuju Aceh Tamiang, wilayah yang masih berjuang pulih dari bencana banjir. Dipimpin oleh Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc, selaku Pembina Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB), perjalanan ini bertujuan untuk langsung melihat dan mendampingi kondisi korban di lapangan.
Rombongan itu sendiri terdiri dari sejumlah tokoh. Ada Dr. Dwi Sudharto selaku Ketua Yayasan RSIB, lalu Dr. Hambari dari UIKA, dan H. Heri Haerudin dari IPHI Kota Bogor. Beberapa nama lain seperti Eddy Tasman, H. Adriansyah Armawi, dan H. Heri Hasanuddin juga turut serta dalam aksi solidaritas ini.
Memang, situasi di Sumatera masih memprihatinkan. Di Aceh Tamiang khususnya, dampak banjir masih terasa sangat serius. Banyak warga yang hingga detik ini terpaksa tinggal di tempat-tempat penampungan darurat. Fasilitasnya jauh dari kata layak, kehidupan sehari-hari pun serba sulit.
Merespon kondisi itu, sebuah inisiatif pun digulirkan. Yayasan RSIB bersama IPHI Kota Bogor dan LSDI Guru Sudharmo Medan memutuskan untuk membangun hunian sementara. Rencananya, akan ada tiga kompleks yang disiapkan untuk menampung para korban.
Dr. Dwi Sudharto menjelaskan lebih detail soal rencana pembangunan ini.
"Setiap kompleks nantinya dilengkapi hunian sementara, mushola, MCK, plus dapur umum. Kami juga akan pastikan ada akses air bersih dan penerangan yang memadai," ujarnya.
Dana yang dibutuhkan untuk satu kompleks saja sekitar 150 juta rupiah. Angka yang tidak kecil, tapi sangat krusial.
Menurut Dwi, percepatan pembangunan hunian ini memang tidak bisa ditunda lagi. Masyarakat yang terdampak sudah terlalu lama hidup dalam ketidakpastian. Mereka butuh tempat yang bisa memberi rasa aman, sekaligus memulihkan sedikit martabat mereka.
"Harapan kami sederhana. Semoga dengan ini, saudara-saudara kita di Aceh Tamiang bisa menyambut Ramadhan dengan kondisi yang lebih baik. Lebih layak," kata Dwi menambahkan.
Nantinya, tim kemanusiaan yang baru berangkat ini akan langsung meninjau lokasi pembangunan. Prosesnya sendiri konon sudah mulai dikerjakan. Mereka ingin memastikan bantuan yang dihimpun benar-benar tepat sasaran dan segera bisa dirasakan manfaatnya oleh warga.
Artikel Terkait
Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Sulawesi Selatan
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Aceh dan Sumut
Kematian Bos Kartel El Mencho Picu Gelombang Kekerasan di Meksiko
LPDP Perketat Pengawasan, 600 Penerima Beasiswa Diselidiki atas Dugaan Pelanggaran