"Setiap kompleks nantinya dilengkapi hunian sementara, mushola, MCK, plus dapur umum. Kami juga akan pastikan ada akses air bersih dan penerangan yang memadai," ujarnya.
Dana yang dibutuhkan untuk satu kompleks saja sekitar 150 juta rupiah. Angka yang tidak kecil, tapi sangat krusial.
Menurut Dwi, percepatan pembangunan hunian ini memang tidak bisa ditunda lagi. Masyarakat yang terdampak sudah terlalu lama hidup dalam ketidakpastian. Mereka butuh tempat yang bisa memberi rasa aman, sekaligus memulihkan sedikit martabat mereka.
"Harapan kami sederhana. Semoga dengan ini, saudara-saudara kita di Aceh Tamiang bisa menyambut Ramadhan dengan kondisi yang lebih baik. Lebih layak," kata Dwi menambahkan.
Nantinya, tim kemanusiaan yang baru berangkat ini akan langsung meninjau lokasi pembangunan. Prosesnya sendiri konon sudah mulai dikerjakan. Mereka ingin memastikan bantuan yang dihimpun benar-benar tepat sasaran dan segera bisa dirasakan manfaatnya oleh warga.
Artikel Terkait
Gus Yaqut Ditahan KPK, Kuota Haji Jadi Titik Balik Karier
Gus Yaqut Resmi Tersangka KPK, Kuota Haji 2024 Diduga Disimpangi
Delapan Dekade Merdeka, Konflik Agraria Masih Menghantui
Fufufafa Bebas, Kritik Lain Jadi Tak Bermasalah