Pencarian, tentu saja, belum berhenti. "Operasi pencarian dan pertolongan masih diteruskan sampai tanggap darurat provinsi dievaluasi di tanggal 8 Januari," tutur Aam. Masih ada waktu, meski sempit.
Lalu, bagaimana dengan mereka yang selamat? Nasib mereka tak kalah memprihatinkan. Jumlah pengungsi kini membengkak jadi 242.174 orang. Pemandangan tenda-tenda darurat dan posko pengungsian masih mendominasi di beberapa titik.
Rinciannya, Aceh lagi-lagi menjadi wilayah dengan beban terberat. Sekitar 217 ribu pengungsi berasal dari sana. "Rincian kabupaten/kota yang paling banyak pengungsi itu: Aceh Tamiang 74 ribu, kemudian Aceh Utara 67 ribu, Gayo Lues 19 ribu," papar Aam membeberkan data yang membuat kita semua miris.
Angka-angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada cerita pilu, kehilangan, dan ketidakpastian yang masih menyelimuti ribuan keluarga.
Artikel Terkait
Depok Bergerak: Pelebaran Jalan dan Rekayasa Lalu Lintas untuk Atasi Macet Kronis Sawangan
Otak Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Segera Hadapi Sidang
Tenda Pengungsian di Gaza Diserang Drone, Lima Anak di Antaranya Tewas
Mabuk dan Tuduhan Uang Patungan, Seorang Pria Tewas Dianiaya Teman Minumnya di Rappocini