Setelah hampir satu setengah dekade, reaktor nuklir Kashiwazaki-Kariwa di Jepang bersiap untuk hidup kembali. Keputusan ini muncul belasan tahun setelah gempa dan tsunami dahsyat yang meluluhlantakkan Fukushima sebuah bencana yang tak hanya meninggalkan luka alam, tapi juga menorehkan sejarah kelam sebagai insiden nuklir terburuk sejak Chernobyl.
PLTN raksasa itu, yang letaknya sekitar 220 km di barat laut Tokyo, memang bukan sembarang pembangkit. Ia tercatat sebagai yang terbesar di dunia. Nah, persetujuan terakhir untuk mengoperasikannya lagi baru saja didapat dari parlemen prefektur Niigata. Gubernur setempat, Hideyo Hanazumi, berhasil meraih dukungan.
Di depan wartawan, Hanazumi terlihat lega, tapi juga berhati-hati.
"Ini sebuah pencapaian, tapi bukan akhir perjalanan. Memastikan keselamatan warga Niigata adalah pekerjaan yang tak pernah benar-benar selesai," ujarnya, seperti dilaporkan Reuters.
Meski dukungan politik sudah ada, suara masyarakat ternyata tak sepenuhnya satu. Sidang parlemen kemarin justru mengungkap betapa rencana ini membelah pendapat publik. Sejumlah anggota majelis dengan tegas menolak.
"Ini cuma penyelesaian politik yang mengabaikan suara penduduk Niigata," protes salah satu anggota yang tak setuju.
Di luar gedung, suasana tegang terasa. Sekitar tiga ratus orang berkumpul, mengibarkan spanduk penolakan. Tulisan "Tidak Ada Nuklir" dan "Kami Menolak Pengaktifan Kembali" terlihat jelas di antara kerumunan. Sorak-sorai dan teriakan menuntut keadilan untuk Fukushima memenuhi udara.
Di antara mereka, ada Kenichiro Ishiyama, seorang warga berusia 77 tahun. Wajahnya memerah, suaranya bergetar.
"Saya marah. Marah sekali dari dalam hati," katanya dengan nada tegas. "Kalau sampai ada masalah di pembangkit itu, kami yang di sini yang akan jadi korban. Kami yang akan menanggung semuanya."
Sementara itu, di sisi lain, perusahaan pengelola TEPCO sudah menyiapkan timeline. Menurut siaran NHK, mereka menargetkan pengaktifan kembali pada Januari 2026. Juru bicara TEPCO, Masakatsu Takata, berusaha meyakinkan semua pihak.
"Komitmen kami tetap: tidak akan mengulangi kecelakaan yang sama. Kami harus memastikan warga Niigata tidak pernah melalui pengalaman mengerikan seperti dulu," janji Takata.
Jalan menyalakan kembali Kashiwazaki-Kariwa memang sudah terbuka. Tapi, bayang-bayang Fukushima dan amarah warga yang masih menyala tampaknya akan terus mengawasi setiap langkahnya.
Artikel Terkait
Manchester City Lolos ke Final Carabao Cup Usai Kalahkan Newcastle 3-1
KPK Tetapkan 6 Tersangka Suap Pengaturan Jalur Impor Bea Cukai
Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final Piala Asia untuk Pertama Kali, Hadapi Iran
Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final Piala Asia untuk Pertama Kali Usai Kalahkan Jepang