Perkataan Pramono ini seperti menjawab sekaligus mengonfirmasi pernyataan Prabowo sehari sebelumnya. Dalam acara Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Presiden menyoroti pentingnya persatuan nasional.
Namun begitu, Prabowo punya penekanan yang menarik. Baginya, persatuan tak harus diartikan semua pihak masuk ke dalam kabinet.
“Negara kita hebat, negara kita kaya, dan negara kita bisa lebih makmur lagi asal pemimpin-pemimpinnya bersatu, kerja sama,” ujar Prabowo dalam pidatonya, Senin (5/1).
Lalu ia melanjutkan dengan nada tegas, “Bersatu tidak berarti semua harus masuk pemerintah, tidak. PDI-P boleh di luar, boleh tapi kerja sama.”
Dan di situlah pernyataan dukungannya keluar. “Saya dukung Pramono jadi Gubernur DKI, betul.”
Jadi, meski berasal dari partai yang berbeda dan bahkan berada di luar koalisi pemerintah, kerja sama antara pusat dan daerah dalam hal ini Prabowo dan Pramono ternyata tetap berjalan. Setidaknya, itu yang terlihat dari pernyataan kedua tokoh tersebut.
Artikel Terkait
Mentan Ancam Alihkan Anggaran Daerah yang Tak Serius Cetak Sawah
Komnas HAM Tegaskan Kritik Kebijakan Pemerintah Adalah Hak yang Harus Dijamin
Laporan Ungkap Aliran Dana Terduga Teroris Lewat Binance, Pegawai Penyelidik Malah Diberhentikan
Tren Bukber Ramadan di Makassar Beralih ke Restoran dengan Konsep Estetik