Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa punya keyakinan kuat. Ia melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih punya tenaga untuk terus menguat, bahkan berpeluang menyentuh angka psikologis 10.000 di tahun 2026. Optimisme ini bukan tanpa dasar. Menurutnya, arah kebijakan ekonomi yang kian selaras dan fundamental ekonomi nasional yang makin solid jadi pilar utamanya.
Namun begitu, Purbaya merasa agak sayang. Seandainya desain kebijakan sebelumnya berjalan sesuai rencana, kinerja pasar saham kita saat ini mestinya sudah lebih tinggi. "Tapi kan sudah itu sedikit," ujarnya. Ia meyakini, dengan koordinasi kebijakan yang diperbaiki ke depan, ruang untuk penguatan IHSG masih sangat besar.
“Oh iyalah (to the moon di 2026). Harusnya kalau kemarin desainnya sesuai dengan desain saya, sekarang sudah 9.000.”
“Tapi ke depan dengan kebijakan semakin sinkron dan ekonominya semakin bagus, harusnya IHSG akan naik lebih cepat,” kata Purbaya saat menjawab pertanyaan media, Rabu lalu.
Optimisme sang menteri muncul di tengah catatan akhir tahun yang positif. IHSG menutup perdagangan di 2025 dengan menguat tipis, tepatnya 2,68 poin, ke level 8.646,93. Pergerakannya hari itu terbilang berimbang: ratusan saham naik, ratusan lainnya turun, dan sebagian lagi flat. Capaian ini jadi pijakan yang tak buruk sama sekali untuk memasuki tahun 2026.
Lalu, apa yang akan mendorong reli lanjutan? Purbaya menyebut kombinasi beberapa faktor. Stabilitas makroekonomi, tentu saja. Lalu ada keselarasan kebijakan fiskal dan moneter, ditambah perbaikan iklim investasi. Semuanya diharapkan bisa bersinergi.
Saat ditanya apakah IHSG bisa menembus 10.000 tahun depan, jawabannya singkat dan penuh keyakinan.
“10.000 tahun depan? Oh lebih lah.”
“Lebih kalau tahun depan ya. Akhir tahun depan kan? Lebih (dari 10.000) pasti,” tegasnya tanpa ragu.
Artikel Terkait
Direktur ITSEC Asia Meninggal Dunia, Perusahaan Siapkan RUPS untuk Suksesi
Mentan Pastikan Stok Pangan Sumatera Aman Tiga Bulan Pascabencana
Saham Konglomerasi dengan PBV Rendah Masih Bisa Ditemukan, Ini Daftarnya
Pengendali Baru NATO Luncurkan Tender Wajib dengan Harga Rp183, Jauh di Bawah Pasar