MURIANETWORK.COM - Mabes Polri menggelar rapat koordinasi nasional untuk memperkuat strategi ketahanan pangan berbasis jagung pakan ternak. Pertemuan yang melibatkan Kementerian Pertanian, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ini bertujuan mengawal produksi jagung dari hulu ke hilir sekaligus menjamin kesejahteraan petani binaan. Rapat dipimpin Brigjen Langgeng Purnomo selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri dan diikuti seluruh Polda secara daring.
Evaluasi dan Strategi Menuju Swasembada Berkelanjutan
Rapat koordinasi ini tidak sekadar perencanaan biasa, melainkan diawali dengan evaluasi mendalam terhadap capaian tahun sebelumnya. Langkah ini diambil untuk membangun fondasi yang lebih kokoh menuju target di tahun mendatang.
Brigjen Langgeng Purnomo menjelaskan, "Kami melaksanakan analisa dan evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya, Indonesia berhasil tanpa Impor jagung pabrik pakan ternak pada tahun 2025 sehingga Rakor ini kami laksanakan untuk konsolidasi dan kolaborasi menjalankan strategi ke depan tahun 2026 menjadi lebih baik lagi."
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa upaya mencapai swasembada jagung pakan ternak telah menunjukkan hasil nyata. Fokus kini beralih pada penguatan kolaborasi antarlembaga agar keberhasilan itu tidak hanya terjaga, tetapi juga ditingkatkan kualitasnya.
Dukungan Permodalan dan Pembebasan dari Jerat Tengkulak
Di lapangan, salah satu kendala klasik yang dihadapi petani adalah akses permodalan. Polri berperan sebagai fasilitator, menjembatani kelompok tani (Poktan) dengan lembaga keuangan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Implementasinya sudah terlihat, misalnya di wilayah Nagreg dan Ciamis, Jawa Barat, di mana petani mendapat suntikan modal untuk rehabilitasi dan perluasan lahan.
Dukungan perbankan pun dipastikan mengalir. Danang Andi Wijanarko, Senior Vice President BRI yang mewakili Himbara, memaparkan kesiapan institusinya. "BRI pada tahun 2026 sudah menyiapkan plafond senilai Rp 180 triliun untuk pembiayaan KUR Mikro di bidang pertanian termasuk ekosistem pertanian Jagung," ungkapnya.
Artikel Terkait
Pengelola Terapkan Sistem Buka-Tutup Rest Area KM 52B untuk Antisipasi Macet Jakarta-Cikampek
Rudal Iran Tembus Pertahanan Udara Israel di Dekat Fasilitas Nuklir Dimona
Rudal Iran Tembus Sistem Davids Sling, Lukai Puluhan di Israel Selatan
Puncak Arus Balik Lebaran di Ketapang-Gilimanuk Diprediksi 26-29 Maret 2026