Di tengah hiruk-pikuk Bontang, Kamis lalu, Siti Hediati Hariyadi lebih dikenal sebagai Titiek Soeharto menekan tombol peresmian proyek revitalisasi pabrik amonia milik PT Pupuk Kalimantan Timur. Acara itu terasa istimewa baginya. Bukan cuma soal urusan pupuk, tapi juga menyentuh memori personal. Pasalnya, empat puluh dua tahun silam, ayahandanya, Presiden Soeharto, yang pertama kali membuka pabrik yang sama.
"Saya dihubungi Pak Direktur Utama, dia bilang, 'Ibu Ketua harus datang ke sini'," ujar Titiek, yang menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR RI.
Suaranya terdengar haru saat melanjutkan, "Alasannya sederhana tapi dalam: dulu, yang meresmikan pabrik ini adalah Bapak Presiden Soeharto, ayahanda tercinta."
Dia memuji panjangnya sejarah pabrik itu. Menurut Titiek, fasilitas itu sudah puluhan tahun mengabdi, menjadi tulang punggung kemajuan sektor pangan nasional. Yang menarik, kehadirannya disebut bisa memangkas biaya pengadaan pupuk hingga sepuluh persen. Angka yang cukup signifikan.
"Pabrik ini sungguh luar biasa. Sudah empat dekade memberikan darma baktinya," katanya.
Artikel Terkait
Gejolak Global dan Momentum Indonesia Menuju Kekuatan Ekonomi Mandiri
UEFA Batalkan Finalissima 2026, Duel Spanyol vs Argentina Batal Digelar
Warga Rumbai Timur Lega, Jalan Teluk Leok yang Terbengkalai 10 Tahun Akhirnya Diperbaiki
Terminal Pakupatan Serang Catat Lonjakan Penumpang Jelang Mudik Lebaran