Sutoyo Abadi Sindir Janji Heroik Prabowo: Kosong Saat Rakyat Butuh

- Selasa, 06 Januari 2026 | 11:50 WIB
Sutoyo Abadi Sindir Janji Heroik Prabowo: Kosong Saat Rakyat Butuh

Sutoyo Abadi: Janji Heroik Prabowo Kosong Saat Bencana Renggut Ribuan Nyawa

Koordinator Politik Merah Putih, Sutoyo Abadi, punya kritik pedas. Ia mengawalinya dengan mengutip Leo Tolstoy. "Kebenaran selalu sederhana dan jujur," katanya, "sedangkan kebohongan selalu rumit dan berkelok-kelok."

Intinya sederhana: menurutnya, tak ada alasan apa pun, baik dalam hukum nasional maupun internasional, yang bisa membenarkan penundaan penyelamatan jiwa. Apapun penyebab bencananya. Hak untuk hidup, yang dijamin UUD 1945, adalah hak mutlak. Dan tanggung jawab untuk memenuhinya, tegas Sutoyo, ada di pundak negara, terutama Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi.

Secara moral, tuntutannya lebih keras lagi. Ia mendambakan respons yang cepat dan tegas. Bukan, dan ini ditegaskannya, digantikan oleh pidato heroik kosong yang justru memuakkan.

Ia lalu mengingatkan satu hal. Prabowo Subianto, dalam berbagai kesempatan, berulang kali berpidato dengan nada heroik. Ingin mati bersama rakyat. Rakyat pun menyambutnya dengan gegap gempita.

ujar Sutoyo menirukan respons publik kala itu.

Namun begitu, siapa yang pernah curiga akan sifat lain yang bersembunyi di baliknya?

Sutoyo bahkan memperkirakan, Prabowo mungkin pernah melewati masa 'Episodik'. Riwayat atau peristiwa yang membuatnya seakan-akan berada dalam satu rangkaian cerita besar sebagai pahlawan yang heroik.


Halaman:

Komentar