Gencatan senjata yang baru berumur sepuluh hari itu sudah dilanggar. Begitulah tuduhan tegas yang dilayangkan militer Thailand terhadap pasukan Kamboja, Selasa (6/1) lalu. Menurut mereka, pihak Kamboja menembakkan mortir ke arah wilayah perbatasan. Seorang prajurit Thailand terluka dalam insiden itu.
Serangan itu disebut terjadi di pagi hari, tepatnya di kawasan Provinsi Ubon Ratchathani. Dalam pernyataan resminya, Angkatan Darat Thailand tak ragu menyebut ini sebagai pelanggaran.
"Kamboja telah melanggar gencatan senjata,"
demikian bunyi pernyataan mereka, seperti dilaporkan AFP. Tudingannya jelas: pasukan Kamboja menembakkan sejumlah mortir ke wilayah Thailand.
Akibatnya, seorang tentara Thailand menderita luka serpihan. Ia langsung dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis secepatnya. Situasinya memang cukup mencekam.
Artikel Terkait
Relawan Bogor Bangun Hunian Darurat dan Bawa Harapan ke Aceh Tamiang
Longsor di Kudus Seret Dua Kendaraan ke Jurang
Istri di Balik Badai Haji: Eny Retno, Perempuan yang 21 Tahun Hidup dalam Sunyi
Menteri Agama: Ketahanan Bangsa Berawal dari Keluarga yang Kokoh