Kalau kita lihat ke belakang, ketegangan di tapal batas kedua negara Asia Tenggara ini jelas bukan cerita baru. Sengketa yang sudah berlarut-larut puluhan tahun itu kembali memanas sepanjang tahun lalu. Bentrokan bersenjata pun beberapa kali tak terhindarkan.
Puncaknya terjadi pada Desember lalu. Pertempuran itu disebut-sebut sebagai yang terparah. Laporan menyebut puluhan orang tewas. Sementara itu, sekitar satu juta warga di kedua sisi perbatasan hidup dalam ketakutan dan terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka.
Nah, melihat situasi yang kian runyam itulah, Thailand dan Kamboja akhirnya sepakat berdamai. Pada 27 Desember 2025, mereka menandatangani kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri tiga pekan bentrokan. Sayangnya, perdamaian yang rapuh itu kini kembali diuji.
Hingga berita ini ditulis, pihak Kamboja masih bungkam. Belum ada tanggapan resmi yang keluar terkait tudingan serangan mortir dari Thailand ini. Semua pihak kini menunggu reaksi dari Phnom Penh.
Artikel Terkait
Relawan Bogor Bangun Hunian Darurat dan Bawa Harapan ke Aceh Tamiang
Longsor di Kudus Seret Dua Kendaraan ke Jurang
Istri di Balik Badai Haji: Eny Retno, Perempuan yang 21 Tahun Hidup dalam Sunyi
Menteri Agama: Ketahanan Bangsa Berawal dari Keluarga yang Kokoh