murianetwork.com -- Pada front pasar saham, Indonesia terus mengalami penguatan hingga akhir Desember 2023, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,16 persen secara year-to-date (ytd).
Melihat data yang disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hal itu menjadikan kinerja IHSG sebagai yang tertinggi kedua di antara bursa ASEAN, setelah Vietnam.
Dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp11.674 triliun, tumbuh sebesar 22,90 persen secara ytd.
Baca Juga: Tak Jadi Penghubung Kabupaten Ini, Jembatan Rp 37 Miliar di Sumatera Selatan Mangkrak 15 Tahun
Likuiditas transaksi di pasar saham juga meningkat, dengan rata-rata nilai transaksi mencapai Rp10,75 triliun ytd.
Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan jumlah investor pasar modal yang terus meningkat, mencapai 12,17 juta investor, menunjukkan kepercayaan yang terus tumbuh di tengah ketidakpastian global.
Di pasar Surat Berharga Negara (SBN), Indonesia mencatatkan inflow investor asing sebesar Rp8,17 triliun hingga akhir Desember 2023, yang mendorong penurunan yield SBN rata-rata sebesar 13,30 basis poin secara month-to-date (mtd). Secara year-to-date, yield SBN turun rata-rata sebesar 29,51 basis poin di seluruh tenor.
Baca Juga: Timnas Indonesia Kembali Menelan Kekalahan di Laga Uji Coba Lawan Iran, Bagaimana Piala Asia Nanti?
Artikel Terkait
OCBC NISP Bagikan Dividen Rp1,03 Triliun, Nilai per Saham Turun 58%
Avian Brands Bagikan Dividen Final Rp709 Miliar, Total 2026 Capai Rp1,36 Triliun
Analis Soroti Anomali: Kinerja BCA Gemilang, Harga Saham Justru Anjlok
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Setara Rp45 per Saham untuk Tahun Buku 2025