Pernyataan serupa datang dari istrinya, Cilia Flores. Dia pun membantah semua tuduhan yang diarahkan padanya.
Kasus ini sendiri sebenarnya sudah berjalan cukup lama. Inti dakwaan terhadap Maduro adalah keterlibatannya dalam perdagangan narkoba berskala besar. Jaksa menyebut ada dukungan untuk Kartel Sinaloa dan geng Tren de Aragua. Rinciannya cukup kompleks: mulai dari mengatur rute penyelundupan kokain, memerintahkan militer untuk mengawal pengiriman, melindungi kelompok bersenjata, sampai yang cukup mengejutkan memanfaatkan fasilitas kepresidenan untuk distribusi narkotika.
Nah, dakwaan ini ternyata diperbarui tepat beberapa hari sebelum sidang. Pada Sabtu sebelumnya, jaksa memasukkan nama Cilia Flores ke dalam berkas perkara. Ia diduga terlibat dalam perintah penculikan dan pembunuhan.
Semua tuduhan itu tentu saja ditampik keras oleh Maduro dan kelompoknya. Mereka menyebutnya sebagai bagian dari perang politik dan upaya kotor untuk menjatuhkan pemerintahannya.
Artikel Terkait
Arca Panji ITB: Dibersihkan Secara Fisik dan Spiritual Setelah 70 Tahun
Pelataran Wali Kota Tangsel Dibanjiri Sampah, Aksi Protes Pengelolaan yang Dinilai Gagal
Muslimah, Waspada! Riasan Tahan Air Bisa Batalin Wudhu
ART di Serang Culik Bayi Majikan Demi Tebus Utang