Pernyataan serupa datang dari istrinya, Cilia Flores. Dia pun membantah semua tuduhan yang diarahkan padanya.
Kasus ini sendiri sebenarnya sudah berjalan cukup lama. Inti dakwaan terhadap Maduro adalah keterlibatannya dalam perdagangan narkoba berskala besar. Jaksa menyebut ada dukungan untuk Kartel Sinaloa dan geng Tren de Aragua. Rinciannya cukup kompleks: mulai dari mengatur rute penyelundupan kokain, memerintahkan militer untuk mengawal pengiriman, melindungi kelompok bersenjata, sampai yang cukup mengejutkan memanfaatkan fasilitas kepresidenan untuk distribusi narkotika.
Nah, dakwaan ini ternyata diperbarui tepat beberapa hari sebelum sidang. Pada Sabtu sebelumnya, jaksa memasukkan nama Cilia Flores ke dalam berkas perkara. Ia diduga terlibat dalam perintah penculikan dan pembunuhan.
Semua tuduhan itu tentu saja ditampik keras oleh Maduro dan kelompoknya. Mereka menyebutnya sebagai bagian dari perang politik dan upaya kotor untuk menjatuhkan pemerintahannya.
Artikel Terkait
Barcelona Tumbang 0-2 dari Atletico Madrid di Leg Pertama Perempat Final
Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Pimpinan Sindikat Pencucian Uang yang Masuk Daftar Interpol
Polisi Ungkap Motif Judi Online di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Ibu Kandung di Lahat
Ayah di Batam Diduga Setubuhi Anak Kandungnya Sejak Usia 7 Tahun