Halaman Kantor Wali Kota Tangerang Selatan berubah jadi tempat pembuangan sampah, Kamis lalu. Aksi unjuk rasa yang awalnya damai, berakhir dengan tumpukan sampah berserakan di pelataran kantor. Sampah-sampah itu nyaris menimbun kendaraan dinas Satpol PP yang terparkir di sana.
Ini bukan aksi tanpa alasan. Para demonstran kesal, dan rasa frustrasi mereka meluap. Intinya sih, protes keras terhadap pengelolaan sampah di kota itu yang dinilai sangat buruk.
Mereka menuntut Pemkot Tangsel untuk bertindak. Bukan sekadar janji, tapi langkah nyata. Sistem pengelolaan yang ada harus dievaluasi ulang. Yang tak kalah penting, pengangkutan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dan rutin terutama di titik-titik rawan yang sudah lama jadi langganan penumpukan.
Suasana saat itu cukup ricuh. Menurut sejumlah saksi, sampah yang sengaja dibawa peserta demo akhirnya dibuang begitu saja, mengotori area yang seharusnya bersih. Ya, protes mereka sah, tapi cara seperti ini tentu meninggalkan persoalan baru.
Artikel Terkait
Saldo Rp 500 Ribu: Ironi Kas Daerah di Balik Gaya Gubernur Jabar
KPK Tunggu Audit BPK untuk Tentukan Kerugian Negara dari Kasus Kuota Haji
Warkop di Bundaran HI Ditegur, Meja Kursi di Trotoar Harus Minggir
Pertemuan Solo: Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Bertamu, Koalisi Penggugat Retak