murianetwork.com - Hikari Maruyama, Runa Kurosawa dan Sawaka Nakano adalah bagian dari pasukan elit: Brigade Penyebaran Cepat Amfibi (ARDB) Jepang, yang dimaksudkan untuk memimpin serangan dari laut dalam kemungkinan perang di masa depan. Mereka juga merupakan tiga dari sekitar 40 perempuan di unit mereka yang beranggotakan 2.400 orang.
Hikari Maruyama yang berusia 38 tahun merupakan seorang prajurit Brigade Penyebaran Cepat Amfibi (ARDB) ini tinggal bersama sekelompok anggota militer wanita lainnya di atas kapal JS Osumi, kapal pendarat tank Angkatan Laut Jepang yang dikerahkan untuk latihan di Laut Cina Timur, pada bulan November, para marinir perempuan ini mendukung latihan penyerangan pantai di rangkaian pulau barat daya Jepang yang rentan.
Sawaka Nakano yang berusia 42 tahun dan Runa Kurosawa yang berusia 20 tahun juga seorang anggota marinir dari Brigade Penyebaran Cepat Amfibi (ARDB) Jepang.
Baca Juga: Drama A Killer Paradox Bikin Penggemar Choi Woo Shik Gak Sabar
Meskipun mereka dan rekan-rekan marinir mereka diperkirakan akan memimpin di garis depan, unit mereka dan militer Jepang tertinggal jauh dalam hal keberagaman gender seiring dengan menyusutnya populasi penduduk yang mulai menua.
“Perempuan sangat penting untuk memastikan stabilnya pasokan rekrutan yang cocok,” kata Shingo Nashinoki, yang saat itu menjadi komandan pasukan ARDB, di sebuah pulau tak berpenghuni di rangkaian Okinawa, tempat kontingen ARDB melakukan serangan helikopter dimana kontingen tersebut didominasi oleh laki-laki.
Artikel Terkait
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang