Suasana di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/1) itu, tiba-tiba berubah riuh. Baru saja Presiden Prabowo Subianto menutup pidatonya dalam acara Natal Nasional 2025, gelombang musik pun mengalun. Hiburan setelahnya adalah dua lagu daerah Maluku: Sio Mama dan O Ulate.
Nah, yang bikin sorotan justru terjadi saat lagu kedua, O Ulate, mulai dimainkan. Dari kursinya, Prabowo yang berbalut batik cokelat dan songkok hitam, bangkit dan melangkah mantap ke arah panggung. Dia terlihat antusias.
Di atas panggung, beberapa menteri sudah lebih dulu berdiri. Ada Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, lalu Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Mereka semua tampak santai, menikmati alunan musik.
Agus Harimurti Yudhoyono, atau yang akrab disapa AHY, kemudian menyerahkan mikrofon ke arah Prabowo. Tanpa banyak basa-basi, Prabowo menerimanya.
Dan jadilah ia ikut menyanyi. Presiden itu lalu menyanyikan lagu O Ulate bersama para menteri dan band pengiring, menciptakan momen yang cukup cair dan penangkap perhatian.
Kedua lagu yang mengisi acara malam itu punya makna mendalam. Sio Mama, kalau diterjemahkan, berarti "Aduh Ibu". Sementara O Ulate punya arti yang lebih puitis: lagu tentang kupu-kupu, yang melambangkan harmoni antara manusia dengan alam sekitarnya. Sebuah pilihan lagu yang, menurut sejumlah saksi, terasa sangat pas untuk merayakan kebersamaan.
Artikel Terkait
Polri Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Berbasis Data di Jalur Puncak, Volume Kendaraan Capai 40.000 per Hari
Ruben Onsu Hentikan Nafkah ke Sarwendah karena Tak Dapat Akses Temui Anak
Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Tewaskan Lima Orang, 55 Warga Mengungsi
Polisi Bekuk Komplotan Pembegal Truk di Maros, Target Empat Lokasi