Lalu ia menyambung dengan celetukan khas, “Ngawur itu.”
Di sisi lain, pidato tersebut tidak hanya berisi kritik. Prabowo juga mengajak hadirin untuk fokus pada hal yang lebih substansial: pengelolaan kekayaan negeri. Ia menegaskan, Indonesia adalah negara yang sangat kaya, sebuah fakta yang diakui oleh banyak analis geopolitik internasional.
Namun begitu, kekayaan saja tidak cukup. Tantangan sesungguhnya justru terletak pada langkah selanjutnya.
“Sekarang masalahnya adalah bagaimana kekayaan ini kita jaga, kita kelola, agar bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya dengan penuh penekanan.
Poin ini, menurutnya, sejalan bukan hanya dengan analisis strategis, tetapi juga dengan inti ajaran berbagai agama dan kebijaksanaan para guru bangsa. Sebuah pekerjaan rumah besar yang menunggu untuk diselesaikan.
Artikel Terkait
Pasca-Bencana, Pembersihan Kompleks Perkantoran Aceh Tamiang Capai 30 Persen
Status Anak Asuh Arkana Tak Tersentuh Putusan Perceraian Ridwan Kamil-Atalia
JPU Tolak Eksepsi Nadiem, Tuntut Sidang Lanjut di Kasus Korupsi Chromebook Rp2,1 Triliun
Prabowo: Prestasi Atlet di SEA Games 2025 Cermin Kekuatan Bangsa