Di Istana Negara yang megah, Kamis lalu, suasana terasa hangat dan penuh kebanggaan. Presiden Prabowo Subianto menyambut para atlet Indonesia, pahlawan yang baru saja pulang dari ajang SEA Games 2025 di Thailand dengan segudang prestasi. Ia tak segan mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya.
Menurutnya, prestasi seorang atlet di gelanggang olahraga internasional bukan cuma soal medali. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai cerminan nyata dari kekuatan sebuah bangsa.
"Saya sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintah, dan sebagai pribadi, menyampaikan terima kasih saya kepada Saudara-saudara sekalian. Atas keberhasilan Saudara menjaga kehormatan bangsa Indonesia," ujar Prabowo dengan nada yang tegas namun penuh rasa haru.
Ia kemudian melanjutkan dengan pandangan yang lebih mendalam tentang arti olahraga bagi sebuah negara.
"Dalam pembangunan sebuah negara, dalam perjuangan kebangkitan sebuah negara, olahraga adalah satu cermin daripada keberhasilan negara tersebut," tambah dia.
Nah, di sisi lain, Prabowo juga mengingatkan tentang sisi sebaliknya. Ia menegaskan bahwa kelemahan seorang atlet bisa saja menggambarkan lemahnya sebuah negara. Beruntung, hal itu sama sekali tidak ditunjukkan oleh kontingen Indonesia di Thailand. Justru sebaliknya.
"Kalau olahragawannya lemah, olahragawannya kalahan, itu menggambarkan bahwa bangsa kita lemah dan bangsa kita kalahan. Demikian pentingnya para olahragawan yang dipilih mewakili bangsa itu. Karena itu, saya sangat terima kasih sama Saudara-saudara, dan saya sangat bangga dengan Saudara-saudara," ucapnya, disambut tepuk tangan riuh.
Kebanggaan itu punya alasan yang kuat. Bagaimana tidak? Indonesia sukses menduduki posisi runner up dengan torehan fantastis: 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.
Beberapa cabang olahraga bahkan tampil begitu dominan dan menjadi juara umum. Sebut saja bulu tangkis, panahan, pencak silat, dan wushu. Mereka adalah pilar-pilar penyumbang medali.
Yang bikin ceritanya makin seru, ada juga cabang olahraga yang berhasil mencetak sejarah. Futsal putra, equestrian, hingga hoki es putra berhasil meraih emas untuk pertama kalinya. Sungguh sebuah kejutan yang menyenangkan!
Artikel Terkait
Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Tersangka Sudah Ditahan
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India