Kemarahan Warga Meledak, Polsek di Madina Hangus Dibakar Usai Terduga Bandar Dilepas

- Minggu, 21 Desember 2025 | 16:25 WIB
Kemarahan Warga Meledak, Polsek di Madina Hangus Dibakar Usai Terduga Bandar Dilepas

Suasana mencekam melanda Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Sabtu lalu. Kantor Polsek Muara Batang Gadis (MBG) hangus dilalap api, dibakar oleh massa yang tak bisa lagi menahan amarah. Pemicunya? Kekecewaan warga yang menduga seorang terduga pengedar narkoba, yang sempat mereka amankan, justru dilepaskan begitu saja oleh polisi.

Rekaman video yang beredar luas di media sosial menggambarkan situasi yang kacau. Bangunan polsek itu terbakar hebat, menjilat-jilat langit malam. Tak jauh dari situ, sebuah mobil dinas kepolisian terlihat terbalik dan sudah jadi kerangka hangus. Aksi warga tak berhenti di situ. Mereka juga memblokir jalan utama penghubung Natal dan Singkuang, menghentikan arus lalu lintas sepenuhnya.

Menurut cerita yang berkembang dari mulut ke mulut warga Singkuang, terduga bandar itu sudah lama dianggap sebagai sumber keresahan. Dia diduga kuat bermain dalam peredaran narkotika di wilayah tersebut. Karena merasa terusik, masyarakat pun bergerak. Mereka menangkap pria itu sendiri, lalu menyerahkannya ke Polsek MBG dengan harapan akan diproses hukum secara serius.

Namun begitu, harapan itu pupus dalam waktu singkat. Beredar kabar bahwa terduga tersebut sudah bebas kembali. Kabar pelepasan inilah yang seperti menyulut bensin. Rasa kecewa dan marah memuncak, karena upaya warga memberantas narkoba seolah dianggap angin lalu oleh aparat.

“Sudah lama kami resah dengan peredaran narkoba. Saat warga menangkap, kami berharap diproses serius, tapi malah dilepaskan,”

kata seorang warga, Minggu pagi. Suaranya terdengar letih dan penuh kekecewaan.

Protes pun dilayangkan. Massa mendatangi kantor polisi, tapi situasi dengan cepat memanas di luar kendali. Kemarahan yang tertahan akhirnya meledak dalam bentuk aksi anarkis: membakar dan merusak.

Di sisi lain, bagi banyak warga di sana, ini bukan sekadar soal satu orang yang dilepaskan. Ini tentang pola. Mereka merasa peredaran narkoba yang marak tak pernah diimbangi dengan penindakan tegas. Pelepasan terduga bandar itu dianggap sebagai bukti terakhir yang mengikis habis kepercayaan mereka.

“Kami tidak ingin bertindak sendiri, tapi jika kondisi seperti ini terus terjadi, kepercayaan masyarakat bisa hilang,”

tandas warga lain, menyiratkan betapa runcingnya situasi.

Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih tutup mulut. Kapolsek Muara Batang Gadis, Iptu Akmaluddin, belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi. Begitu pula dengan Kasi Humas Polres Madina, yang juga belum bersedia menjelaskan detail insiden pembakaran yang memalukan itu.

Komentar