Kalau Sayang Jangan Direkam: Kisah Cinta Beracun dan Rekaman yang Mengubah Hidup Kiana

- Rabu, 07 Januari 2026 | 14:50 WIB
Kalau Sayang Jangan Direkam: Kisah Cinta Beracun dan Rekaman yang Mengubah Hidup Kiana

JAKARTA VISION baru saja meluncurkan microdrama bertajuk "Kalau Sayang Jangan Direkam". Alur ceritanya, ya, tentang hubungan yang awalnya manis. Tapi jangan salah, kisah cinta itu perlahan berubah jadi racun, penuh dengan manipulasi dan permainan pikiran.

Di pusat cerita ada Kiana, seorang mahasiswi 19 tahun. Latar belakang keluarganya pas-pasan, jadi beasiswa adalah segalanya. Dia berjuang mati-matian untuk bertahan di kampus, lulus, dan akhirnya mengubah nasib. Kiana dikenal sebagai anak yang cerdas dan aktif berorganisasi. Pokoknya, dia berusaha keras menjauhi masalah agar masa depannya yang sudah rapuh itu tidak runtuh.

Namun begitu, hidupnya berbelok saat bertemu Rafa.

Rafa adalah mahasiswa tingkat akhir yang populer, pintar, dan tentu saja berasal dari keluarga berpengaruh. Dia terlihat dewasa dan perhatian. Sering membantu Kiana dalam urusan akademik, bahkan menjanjikan pintu karir yang cerah setelah lulus. Di mata Kiana, Rafa bagai sosok impian yang turun dari langit.

Tapi Amalia, sahabat Kiana, punya firasat lain. Dia sudah lebih dulu memperingatkan bahwa di balik sikap manis Rafa, tersimpan sisi gelap yang berbahaya. Sayangnya, peringatan itu cuma angin lalu. Kiana yang sudah telanjur jatuh hati memilih untuk menutup telinga.

Seiring waktu, dinamika hubungan mereka mulai bergeser. Rafa pelan-pelan menuntut balasan atas setiap "kebaikan" yang dia berikan. Lalu, pada suatu malam, Rafa mengajak Kiana keluar. Kejadian selanjutnya berlangsung samar-samar. Kiana terbangun keesokan paginya di sebuah kamar hotel, pikirannya kosong dan bingung. Dia sama sekali tak ingat detail malam itu.

Yang dia tidak tahu, momen kebingungannya itu telah direkam. Rekaman itu kemudian menjadi senjata ampuh bagi Rafa untuk mengendalikan setiap langkah Kiana.

Sejak saat itu, sikap Rafa berubah total. Dia jadi dingin dan menjauh. Ironisnya, justru di saat seperti itu Kiana merasa semakin terikat secara emosional. Beberapa bulan berlalu, dan sebuah kenyataan pahit datang: Kiana hamil.

Kabarnya mulai menyebar di kampus. Nilainya anjlok, aktivitas organisasi terhenti, dan beasiswanya yang jadi tumpuan hidup terancam dicabut. Dalam keadaan terpojok, Kiana menghadap Rafa dan menuntut tanggung jawab.

Rafa malah menyangkal segalanya. Dia menolak mentah-mentah.

Putus asa, Kiana akhirnya kembali pada Amalia. Di sinilah kebenaran yang lebih pahit terungkap. Ternyata, Kiana bukan korban pertama. Amalia mengaku pernah mengalami hal serupa, tapi memilih bungkam karena tekanan dan ancaman dari Rafa beserta keluarganya yang kuat.

Terjepit dan merasa tak punya tempat aman lagi, Kiana mengambil langkah nekat: membongkar semua ini ke publik. Pertanyaannya, apakah keputusannya itu akan membebaskannya, atau justru menjerumuskannya lebih dalam dalam jaring toxic yang sudah mengepungnya?

Microdrama ini bisa kamu saksikan di VISION , yang menyebut diri sebagai "Home of Microdrama". Platform ini rutin menghadirkan cerita-cerita original setiap hari, mulai dari romance, drama keluarga, sampai kisah penuh ketegangan emosional seperti ini. Untuk menonton "Kalau Sayang Jangan Direkam", kamu bisa berlangganan VISION Premium dengan harga Rp20.000.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar