Sejak digulirkan secara nasional tahun lalu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang menuai pro dan kontra. Nah, di 2026 ini skalanya makin diperbesar. Tapi, efek sampingnya mulai terasa di pasar. Harga sejumlah bahan pokok merangkak naik, dan banyak yang menyoroti kaitan langsungnya dengan program pemerintah tersebut.
Tekanan harga paling kentara pada komoditas seperti telur dan daging ayam. Di beberapa daerah, angkanya bisa mendekati 10%. Pemerintah sendiri tak menampik. Mereka mengakui bahwa lonjakan permintaan dari jutaan paket makanan harian belum sepenuhnya bisa diimbangi oleh produksi yang ada. Alhasil, stok di pasar tradisional pun ikut menipis.
Namun begitu, dampaknya ternyata tak cuma berhenti di situ. Menurut pantauan di lapangan, sayur-sayuran seperti wortel, selada, dan sawi ikut terdongkrak harganya. Begitu pula dengan bumbu dapur. Yang cukup mencolok adalah kelangkaan susu ultra kemasan 1 liter di minimarket-minimarket. Barang yang dulu mudah ditemui, sekarang susah didapat. Kalau pun ada, harganya sudah selangit.
Badan Pusat Statistik (BPS) punya catatan resmi soal ini. Mereka menegaskan bahwa kenaikan harga pangan akibat MBG ini telah berkontribusi pada inflasi di tingkat daerah. Data ini tentu jadi bahan pertimbangan yang serius.
Artikel Terkait
Laporan Ungkap Aliran Dana Terduga Teroris Lewat Binance, Pegawai Penyelidik Malah Diberhentikan
Tren Bukber Ramadan di Makassar Beralih ke Restoran dengan Konsep Estetik
Sidang Praperadilan Yaqut Ditunda, KPK Absen di Persidangan Perdana
Pantai Akkarena Makassar: Destinasi Favorit Warga dengan Pemandangan Senja Memikat