Lubang Misterius Tampak di Sawah Situjuh, Ahli Geologi Ungkap Penyebabnya

- Senin, 05 Januari 2026 | 07:36 WIB
Lubang Misterius Tampak di Sawah Situjuh, Ahli Geologi Ungkap Penyebabnya

Di tengah hamparan sawah yang hijau di Jorong Tepi, Nagari Situjuh Batuah, tiba-tiba saja muncul sebuah lubang besar. Warga sekitar dibuat heboh. Lubang misterius itu dipenuhi air, dan diameternya cukup lebar, menciptakan pemandangan yang asing sekaligus mengkhawatirkan di tengah lahan pertanian.

Meski sudah dipasangi garis polisi, rasa penasaran warga tak terbendung. Mereka berdatangan, ramai-ramai ingin melihat langsung fenomena alam yang disebut sinkhole ini.

Menanggapi kejadian ini, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Barat, Dian Hadiyansyah, mengaku pihaknya belum turun langsung untuk menyelidiki. Namun begitu, dia memberikan penjelasan umum berdasarkan kondisi geologi setempat.

Menurut Dian, kawasan Situjuh Batuah ini tersusun dari batuan gunung api dan perbukitan karst alias batu kapur. Yang menarik, daerah karst biasanya punya sistem sungai yang mengalir di bawah tanah.

"Nah, kemungkinan lokasi kejadian sinkhole itu masih merupakan satuan batuan karst atau batu kapur,"

ujar Dian pada Minggu, 4 Januari.

Jadi, bagaimana lubang itu bisa terbentuk? Dian menjelaskan, amblesnya tanah kemungkinan besar dipicu oleh proses pelarutan. Rekahan pada batu gamping terkena air dan lama-lama larut. Proses ini membentuk saluran atau gua bawah tanah. Suatu saat, atap dari rongga bawah tanah itu tak kuat lagi menahan beban dan akhirnya runtuh.

"Ketika atap tadi runtuh, ya itu terbentuk lubang seperti yang kita lihat sekarang,"

tambahnya.

Dian dengan tegas mengimbau warga untuk menjauhi area tersebut. Soalnya, belum ada yang bisa memastikan apakah lubang itu akan stabil atau justru melebar.

"Saran kami, untuk masyarakat, termasuk juga aparat berwajib, untuk tahap jangka pendek memberikan batas pengaman, agar tidak ada warga mendekati lubang. Karena kita tidak tahu apakah lubang ini bertambah atau tetap,"

ungkapnya.

Dia juga menyoroti langkah jangka panjang. Jika memang ini daerah karst yang mulai ambles, pemetaan sungai bawah tanah menjadi keharusan.

"Nanti takutnya ada rongga yang melewati permukiman penduduk,"

sambung Dian.

Oleh karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu melibatkan Badan Geologi Kementerian ESDM. Investigasi lengkap dengan peralatan geofisika mutlak diperlukan. Tujuannya jelas: memberikan kepastian dan rasa aman kepada warga tentang potensi di sekitar tempat tinggal mereka.

Lubang itu kini masih diam membisu, menyimpan cerita dari perut bumi. Sementara warga dan pihak berwenang menunggu kajian yang lebih pasti, satu hal yang jelas: alam sekali lagi menunjukkan bahwa di bawah permukaan yang tenang, ada dinamika yang terus bergerak.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar