Berita mengejutkan datang dari Amerika Latin. Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan militer ke Venezuela dan berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro. Langkah drastis ini langsung mengguncang panggung internasional.
Tak butuh waktu lama, reaksi pun berdatangan. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi yang memanas ini. Pernyataan itu disampaikan oleh juru bicaranya, Stephane Dujarric, kepada CNN pada Minggu (4/1/2026).
Menurut Dujarric, Guterres tidak hanya prihatin, tapi juga diliputi kekhawatiran serius. Kekhawatiran itu terutama tertuju pada dampak gelombang kejut yang bisa melanda kawasan Amerika Latin secara lebih luas. Intinya, situasi ini dianggap sangat riskan.
“Terlepas dari situasi di Venezuela, perkembangan ini merupakan preseden yang berbahaya,” tegas Dujarric.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar 21 Situs Judol, Sita Dana Fantastis Rp 97 Miliar
Trump Kembali Panaskan Greenland, Opsi Militer Dikaji Serius
KPAI Soroti 70 Anak Korban Paparan Ideologi Kekerasan di Komunitas True Crime
Ayah Kandung di Kubu Raya Diringkus Warga Usai Perkosa Anak 11 Tahun Berulang Kali