Perkembangan terbaru dari Venezuela benar-benar menyita perhatian dunia. Bagaimana tidak, Presiden Nicolas Maduro dilaporkan ditangkap oleh Amerika Serikat dalam sebuah operasi militer. Menanggapi hal ini, pemerintah Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri akhirnya angkat bicara.
Lewat sebuah pernyataan di platform X pada Minggu (5/1), Indonesia tak menyembunyikan rasa prihatinnya. Intinya, tindakan yang melibatkan ancaman atau penggunaan kekuatan dinilai sangat berisiko. Bukan cuma bisa bikin preseden buruk dalam hubungan antarnegara, tapi juga berpotensi menggoyahkan stabilitas kawasan.
“Penting bagi komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka serta menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa mereka,”
begitu bunyi kutipan pernyataan resmi Kemlu RI.
Indonesia sendiri mengaku terus memantau situasi dengan cermat. Di sisi lain, seruan untuk mengedepankan dialog dan menahan diri juga disampaikan. Semua pihak diharap patuh pada hukum internasional, terutama prinsip-prinsip Piagam PBB. Perlindungan untuk warga sipil, kata mereka, harus jadi prioritas utama.
Artikel Terkait
Dua Advokat Gugat MK, Minta Syarat Calon Presiden Dilarang Berkeluarga dengan Petahana
KPK Periksa 14 Saksi Terkait Dugaan Pemerasan Bupati Pati
Larangan Truk Tiga Sumbu Saat Lebaran 2026 Ancam Pasokan Kemasan dan Pabrikan
Polri Dampingi Keluarga Korban dan Pastikan Proses Hukum Kasus Brimob Tewaskan Pelajar di Tual