Indonesia Prihatin, Serukan Dialog Usai Operasi AS yang Tewaskan Puluhan di Venezuela

- Senin, 05 Januari 2026 | 02:36 WIB
Indonesia Prihatin, Serukan Dialog Usai Operasi AS yang Tewaskan Puluhan di Venezuela

Perkembangan terbaru dari Venezuela benar-benar menyita perhatian dunia. Bagaimana tidak, Presiden Nicolas Maduro dilaporkan ditangkap oleh Amerika Serikat dalam sebuah operasi militer. Menanggapi hal ini, pemerintah Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri akhirnya angkat bicara.

Lewat sebuah pernyataan di platform X pada Minggu (5/1), Indonesia tak menyembunyikan rasa prihatinnya. Intinya, tindakan yang melibatkan ancaman atau penggunaan kekuatan dinilai sangat berisiko. Bukan cuma bisa bikin preseden buruk dalam hubungan antarnegara, tapi juga berpotensi menggoyahkan stabilitas kawasan.

“Penting bagi komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka serta menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa mereka,”

begitu bunyi kutipan pernyataan resmi Kemlu RI.

Indonesia sendiri mengaku terus memantau situasi dengan cermat. Di sisi lain, seruan untuk mengedepankan dialog dan menahan diri juga disampaikan. Semua pihak diharap patuh pada hukum internasional, terutama prinsip-prinsip Piagam PBB. Perlindungan untuk warga sipil, kata mereka, harus jadi prioritas utama.

Korban Berjatuhan dalam Serangan

Lalu, seperti apa sebenarnya operasi AS ini? Menurut laporan, serangan dilancarkan lewat udara sebagai bagian dari upaya penangkapan Maduro. Aksi ini seolah jadi puncak dari tekanan Washington yang sudah berbulan-bulan, yang menuduh sang presiden terlibat dalam perdagangan narkoba sebuah tuduhan yang selalu dibantah Maduro.

Namun begitu, dampaknya sungguh tragis. The New York Times memberitakan, mengutip seorang pejabat Venezuela, sedikitnya 40 orang tewas. Korban berasal dari kalangan sipil maupun militer.

Salah satu serangan disebut menghantam sebuah bangunan hunian tiga lantai di La Mar Catia. Kawasan pesisir di barat Bandara Caracas itu kini menyisakan duka. Laporan dari Al-Jazeera mengonfirmasi informasi korban jiwa ini, menggambarkan betapa operasi militer semacam ini selalu punya harga yang mahal: nyawa orang-orang yang tidak bersalah.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar