Apa penyebabnya?
Operator drone yang mengawasi dari kejauhan melihat pria itu memasukkan beberapa jerigen ke dalam mobilnya yang terparkir di halaman. Dalam kepanikan, sang operator menduga jerigen itu berisi bom dan akan diledakkan di dekat pasukan AS. Perintah tembak pun diberikan.
Nyawa melayang. Ternyata, jerigen tersebut hanya berisi air minum yang akan dibagikan kepada warga miskin. Ironisnya, air itu adalah sumbangan dari warga Amerika sendiri.
Kekalahan Amerika di Afghanistan meninggalkan banyak simbol. Salah satunya adalah foto bangkai Humvee yang dipasang di atas menara batu oleh Taliban. Sebuah monumen aib yang berbicara lebih lantang dari sekadar pernyataan politik.
(Pega Aji Sitama)
Artikel Terkait
Dua Pemancing Hilang di Pantai Wediombo, Satu Identitas Masih Misterius
Reza Pahlavi Serukan Perebutan Kota, Gelombang Demonstrasi Iran Kian Menggila
Eggi Sudjana dan Warisan Pengkhianatan dalam Sejarah Politik Indonesia
Lampu Huntara Menyala, Harapan Kembali di Desa Babo