Pelatihan Transmigrasi 2025: 75 Peserta dari Sidrap & Poso Dibekali Keterampilan

- Minggu, 02 November 2025 | 11:40 WIB
Pelatihan Transmigrasi 2025: 75 Peserta dari Sidrap & Poso Dibekali Keterampilan

Kementerian Transmigrasi (Kementrans) melalui Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta resmi menggelar pelatihan bagi 75 calon transmigran lokal. Peserta berasal dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Sulawesi Selatan dan Poso Sulawesi Tengah.

Pelatihan calon transmigran ini berlangsung selama tujuh hari, dari 29 Oktober hingga 4 November 2025. Program ini dirancang khusus untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis dan pengetahuan mendalam sebelum mereka menjalani proses transmigrasi ke daerah tujuan.

Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menekankan bahwa pelatihan transmigran ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan kesiapan adaptasi di wilayah baru. "Kita latih mereka agar siap berada di tempat baru dan mampu berkomunikasi efektif dengan Kementerian Transmigrasi, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat," jelas Viva Yoga di Yogyakarta, Sabtu (1/11/2025).

Lebih lanjut disampaikan bahwa program transmigrasi 2025 tidak hanya berfokus pada perpindahan penduduk, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam pembangunan nasional. Melalui program ini, pemerintah menargetkan pemerataan ekonomi yang lebih cepat, penciptaan pusat pertumbuhan baru, dan peningkatan pendapatan masyarakat di daerah tujuan transmigrasi.

Yang menarik dari pelatihan kali ini adalah keikutsertaan lima anggota aktif TNI Angkatan Darat, termasuk Komandan Rayon Militer (Danramil) Poso, sebagai bagian dari 75 calon transmigran. Kehadiran personel militer dalam program transmigrasi dinilai sebagai langkah positif dalam memperkuat persatuan nasional dan menjaga keragaman budaya.

Program pelatihan transmigran lokal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyiapan sumber daya manusia yang kompeten dan siap berkontribusi dalam pembangunan daerah baru.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar