“Berdasarkan evaluasi bersama, operasi diperpanjang karena masih ada korban yang belum ditemukan. Kami juga mempertimbangkan temuan-temuan baru di lapangan,”
jelasnya.
Atas arahan Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, semua unsur SAR akan tetap dikerahkan maksimal. Penyisiran laut, patroli, dan dukungan peralatan terus diintensifkan. Polda juga meminta bantuan masyarakat, terutama nelayan yang beraktivitas di sekitar Selat Padar, untuk segera melapor jika menemukan sesuatu yang mencurigakan.
Kisah Pilu di Balik Musibah
Insiden ini bermula pada Jumat malam (26/12). KM Putri Sakinah, sebuah kapal pinisi yang membawa Martin bersama istri dan keempat anaknya, diterjang gelombang keras di Selat Pulau Padar hingga akhirnya tenggelam.
Dari bencana itu, tujuh orang berhasil diselamatkan. Di antaranya adalah istri Martin, Mar Martinez Ortuno, dan salah satu putri mereka. Sayangnya, nasib baik tidak menyertai semua anggota keluarga. Satu anak telah ditemukan meninggal dunia pada Senin (29/12) lalu. Hingga kini, selain Martin, dua anak lainnya, Martin Garcia Mateo dan Martinez Ortuno Enriquejavier, masih dinyatakan hilang.
Pencarian kini difokuskan pada area perairan dan pesisir di sekitar Pulau Padar. Tim SAR tak henti menyisir wilayah mulai dari Pulau Serai, Pengah, Papagarang, Siaba Besar, hingga perairan utara Pulau Kanawa. Harapan untuk menemukan yang tersisa masih menyala.
Artikel Terkait
Imperium Kebebasan Tampil Beringas: AS Serbu Venezuela, Tatanan Dunia Ambruk
Paguyuban Perantau: Saat Silaturahmi Berubah Jadi Ajang Pamer
WNI Kevin Lorente Ditangkap di Yordania Terkait Dugaan Dukungan Daring untuk ISIS
Jokowi Terima Kunjungan Eggi Sudjana di Solo, Akses Media Ditutup Ketat