Saksi Terakhir yang Bertemu Afiah: Ia Tampak Biasa Saja

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 19:42 WIB
Saksi Terakhir yang Bertemu Afiah: Ia Tampak Biasa Saja

Suasana di Warakas, Jakarta Utara, masih terasa berat. Di tengah duka itu, Bagas, seorang tetangga, mencoba mengingat-ingat. Malam sebelum tragedi itu pecah, ia sempat bertemu dengan Afiah Al Adilah Jamaludin, anak sulung korban yang berusia 28 tahun.

Pertemuannya dengan Afiah terjadi secara tak terduga. "Iya, tanggal 1 malam-malam tuh," kenang Bagas ketika ditemui Sabtu lalu. Waktu itu, ia baru saja mengantar tukang pijat pulang. "Terus ketemu enggak sengaja di jalan, aku panggil kak. Udah sampai situ doang sih."

Bagas menegaskan, tak ada yang aneh dari pertemuan singkat itu. Afiah tampak biasa saja. "Jadi aku pikir ya nggak ada apa-apa," ujarnya, sambil menyebut hubungan bertetangga mereka selama ini selalu baik-baik saja. Ia memperkirakan peristiwa singkat itu berlangsung sekitar pukul 8 sampai 9 malam.

Di sisi lain, tetangga lain, Aryuni Wulan Febri (51), memberi gambaran tentang rutinitas keluarga itu. Menurutnya, Afiah dan adiknya, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), sehari-hari berjualan es teh. "Jadi kita kalau ketemu ya paling sekadar say hello aja," tutur Wulan.

Wulan juga sempat melihat kondisi Syauqi, satu-satunya korban yang selamat, usai kejadian mengerikan itu. Saat pertama kali ditemui tetangga, pemuda itu terlihat sadar, tapi linglung. "Sadar, kan saya tanya, ini kenapa ibu, nggak tahu gitu," cerita Wulan.

Matanya kosong, seperti orang yang benar-benar bingung.

"Kayak pandangannya kosong, kayak bingung gitu lah," tambahnya. Namun, kondisi Syauqi tak bertahan lama. Menurut pengakuan Wulan, ia langsung pingsan saat tim medis tiba dan hendak mengevakuasinya. "Nah, pas medis datang itu baru diangkat keluar dah pingsan atau apa ga ngerti saya."

Sementara tiga anggota keluarga Siti Solihah, Afiah, dan Adnan Al Abrar Jamaludin telah disemayamkan di TPU Rorotan, penyelidikan terus berjalan. Polisi masih mendalami penyebab kematian mereka. Semuanya kini bergantung pada hasil pemeriksaan toksikologi, yang diharapkan bisa mengungkap ada tidaknya racun dalam peristiwa tragis ini.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar