Sabtu pagi (3/1/2026), pemandangan di situs Keraton Kaibon di Kasemen, Serang, sungguh memprihatinkan. Dari udara terlihat jelas, genangan air luas telah menyelimuti kawasan cagar budaya itu. Airnya tak lagi jernih, melainkan keruh dan tenang, memagari sisa-sisa kejayaan masa lalu.
Penyebabnya? Hujan deras yang tak henti sejak Jumat. Menurut sejumlah saksi, kali Cibanten di dekat situ tak kuasa menampungnya lagi. Alirannya meluap, lalu merayap masuk ke kompleks keraton. Dalam hitungan jam, situs bersejarah itu berubah menjadi kolam besar.
Kekhawatiran pun muncul. Bukan cuma soal aktivitas yang terhenti, tapi lebih dari itu. Struktur bangunan tua peninggalan Kesultanan Banten ini diragukan ketahanannya. Dinding-dinding yang sudah lapuk oleh usia, kini terendam berjam-jam. Ada rasa was-was, banjir kali ini bisa mempercepat kerusakan.
Artikel Terkait
Longsor di Kudus Seret Dua Kendaraan ke Jurang
Istri di Balik Badai Haji: Eny Retno, Perempuan yang 21 Tahun Hidup dalam Sunyi
Menteri Agama: Ketahanan Bangsa Berawal dari Keluarga yang Kokoh
Kardinal Suharyo Buka Perayaan Natal DKI dengan Cerita Gembala dan Dua Hewan