Laporan di lapangan menyebutkan, sejak pukul dua pagi, warga sudah melihat pesawat tempur AS terbang rendah di langit ibu kota. Situasinya memang sedang memanas. Aktivitas militer Amerika di kawasan itu belakangan makin menjadi, fokusnya menargetkan kapal-kapal yang dicurigai menyelundupkan narkoba di perairan Karibia dan Pasifik timur.
Menariknya, cuma dua hari sebelum serangan, Presiden Nicolas Maduro sempat menyuarakan sikap yang berbeda. Pada Kamis (1/1), dia menyatakan kesediaan Venezuela untuk bernegosiasi dengan AS. Ini terjadi setelah tekanan militer bertubi-tubi terkait tuduhan perdagangan narkoba yang dialamatkan kepada rezimnya.
Jadi, di satu sisi ada pintu dialog yang dikatakan terbuka, tapi di sisi lain, ledakan-ledakan justru yang lebih dulu berbicara. Situasinya rumit, dan ketegangan di udara terasa begitu nyata.
Artikel Terkait
Inter Milan Tersingkir dari Liga Champions Usai Ditaklukkan Bodo/Glimt di San Siro
Persebaya Vs PSM Makassar: Duel Sengit Dua Raksasa di Markas Bajul Ijo
Sorloth Cetak Hattrick, Atletico Madrid Gasak Club Brugge 4-1
Jadwal Imsak Kota Medan 25 Februari 2026 Pukul 05.12 WIB