Trump Ancam Turun Tangan di Iran, Teheran Balas dengan Peringatan Keras ke PBB

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54 WIB
Trump Ancam Turun Tangan di Iran, Teheran Balas dengan Peringatan Keras ke PBB

Lalu, apa sebenarnya yang memicu semua ini? Pemicu utamanya adalah lonjakan inflasi yang menyengat. Meski skalanya disebut lebih kecil dibanding gelombang protes sebelumnya, aksi kali ini berhasil meluas. Menurut laporan media negara dan kelompok HAM, sedikitnya sepuluh orang telah tewas sejak Rabu. Di antara korban itu, dua di antaranya disebut sebagai anggota Basij, pasukan paramiliter yang dekat dengan Garda Revolusi.

Memang, kepemimpinan ulama di Iran punya rekam jejak meredam protes selama beberapa dekade, biasanya dengan tangan besi: pengamanan ketat dan penangkapan massal. Tapi kali ini berbeda. Masalah ekonomi yang kian memburuk dianggap membuat posisi pemerintah lebih rentan daripada sebelumnya.

Dukungan Trump: Sekadar Retorika atau Ancaman Nyata?

Menariknya, Trump sama sekali tidak merinci bentuk dukungan seperti apa yang akan ia berikan. Ancaman itu muncul beberapa hari setelah pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang membuat banyak pihak berspekulasi.

Di sisi lain, respons dari dalam negeri Iran justru terkesan lebih lunak. Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian, menanggapi dengan nada membuka dialog. Ia berjanji akan berbicara dengan para pemimpin demonstrasi untuk membahas krisis biaya hidup yang mendera rakyat.

Bahkan, Pezeshkian dengan jujur mengakui bahwa kegagalan pemerintah turut menjadi penyebab krisis yang terjadi sekarang. Sebuah pengakuan yang cukup langka di tengah situasi yang memanas.


Halaman:

Komentar