Pesta Miras dan Joget di Halaman Puskesmas Kolut Bikin Heboh

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:25 WIB
Pesta Miras dan Joget di Halaman Puskesmas Kolut Bikin Heboh

MURIANETWORK.COM – Video itu beredar cepat di media sosial. Memperlihatkan sebuah perayaan malam tahun baru yang riuh, penuh tawa dan musik keras. Yang bikin publik tercengang: lokasinya. Bukan di klub malam atau lapangan desa, melainkan di halaman Puskesmas Latowu, di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

Rekaman yang viral itu cukup jelas. Di atas meja di depan bangunan puskesmas, terpajang beberapa botol minuman keras. Beberapa perempuan tampak asyik berjoget mengikuti hentakan musik DJ. Di sekelilingnya, sejumlah pria dan bahkan anak-anak ikut meramaikan suasana. Sound system besar terpasang persis di samping pintu masuk, seolah mengubah halaman fasilitas kesehatan itu jadi panggung dugem dadakan. Tak cuma itu, kembang api juga turut memecah langit malam dalam perayaan yang dinilai banyak netizen sudah kelewat batas itu.

Yang juga menarik perhatian adalah cara berpakaian sebagian pengunjung. Di mata banyak yang menyaksikan, pakaian yang dikenakan dinilai kurang pantas untuk sebuah lingkungan yang seharusnya steril dan formal seperti puskesmas.

Viralnya video ini tentu memantik reaksi. Dinas Kesehatan Kolaka Utara pun angkat bicara.

Kepala Dinas Kesehatan setempat, Irham, langsung memberikan klarifikasi. Menurutnya, ada kesalahan persepsi yang perlu diluruskan.

"Perlu kami luruskan bahwa bangunan tersebut belum digunakan untuk pelayanan kesehatan," tegas Irham, seperti dikutip dari laman Pemkab Kolut, Sabtu (3/1/2026).

Dia menjelaskan, aktivitas pelayanan untuk masyarakat Desa Latowu saat ini masih berjalan di puskesmas sementara. Bangunan yang jadi lokasi pesta itu statusnya masih dalam tahap pembangunan, belum beroperasi sama sekali, dan bahkan belum ditetapkan sebagai puskesmas rawat inap. Lokasinya sendiri hampir berseberangan jalan dengan puskesmas yang aktif.

Namun begitu, pihak Dinas Kesehatan tetap tidak membenarkan kejadian tersebut. Meski bangunannya belum difungsikan, menggunakan area yang kelak akan jadi tempat pelayanan kesehatan untuk pesta miras tetaplah sebuah pelanggaran etika yang serius.

"Kami akan turun langsung Jumat (2/1/2026), untuk mengecek lokasi dan meminta keterangan dari Kepala Puskesmas serta pihak pelaksana pembangunan," ujar Irham. Dia menegaskan bahwa pesta itu berlangsung tanpa sepengetahuan dinas.

Irham memastikan pelayanan kesehatan masyarakat tidak terganggu. Tapi, dia tak menampik bahwa insiden ini adalah tamparan. "Kejadian ini menjadi perhatian kami," katanya. Komitmen untuk menjaga marwah fasilitas kesehatan, menurutnya, harus dijunjung tinggi. Semua proses kedepannya akan dipastikan sesuai aturan.

Jadi, meski bangunannya masih kosong, citra yang rusak sudah terlanjur menyebar. Dan itu yang sekarang coba diperbaiki oleh pihak berwenang.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar